Produsen Baja Terbesar Kedua di Inggris Terancam Bangkrut

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • British Steel. Britishsteel.co.uk

    British Steel. Britishsteel.co.uk

    TEMPO.CO, London - British Steel, produsen baja terbesar kedua di Inggris, berada di ambang keambrukan kecuali pemerintah sepakat untuk menyediakan pinjaman darurat sebesar 30 juta pound (38,1 juta dolar AS) paling lambat Selasa, 21 Mei 2019.

    BACA: Tekan Kerugian, Krakatau Steel Rampingkan Anak Usaha Tahun Ini

    Produsen baja itu, yang dimiliki oleh perusahaan penanam modal Greybull Capital, mempekerjakan sebanyak 5.000 orang, kebanyakan di Scunthorpe, di Inggris Utara, kata satu sumber yang dekat dengan situasi tersebut. Sementara itu ribuan orang tergantung atas rantai pasokannya.

    Greybull, yang mengkhususkan diri pada mengubah bisnis yang terancam, membayar mantan pemilik Tata Steel nominal satu pound pada 2016 untuk perusahaan yang mengalami kerugian tersebut yang mereka beri nama lagi British Steel.

    BACA: Darmin Nasution: 3 Kelompok Barang Kuasai 60 Persen Impor

    Greybull telah meminta pemerintah Inggris pinjaman sebesar 75 juta pound tapi sejak itu telah mengurangi tuntutannya jadi 30 juta pound, kata satu sumber yang dekat dengan perunding, sebagaimana dilaporkan Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa sore, 21 Mei 2019.

    Jika pinjaman itu tidak disetujui sampai Selasa sore waktu setempat, administratur dapat ditunjuk untuk British Steel paling cepat Rabu, kata sumber tersebut. Kementerian Usaha Inggris tak menolak untuk berkomentar.

    Perusahaan baja, British Steel memperoleh pinjaman pemerintah sebanyak 120 juta pound atau setara dengan 154 juta dolar AS) pada Mei guna memungkinkannya mematuhi peraturan Sistem Perdagangan Emisi Uni Eropa (ETS). 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.