Pengembang Yakin Properti Bergairah Usai Pengumuman Hasil Pilpres

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha properti menilai investasi di sektor properti akan semakin bergairah usai pengumuman hasil Pilpres 2019. Hasil Pemilu telah membangkitkan optimisme para pelaku industri properti. Pasalnya, pelaksanaannya yang berlangsung aman meningkatkan percaya diri investor bahwa ekonomi Indonesia akan stabil dan tumbuh positif.

    Baca juga: KPU Sebut Belum Tetapkan Calon Terpilih di Pilpres 2019

    Direktur SouthCity, Peony Tang selaku pengembang properti di kawasan Pondok Cabe Jakarta Selatan saat ditemui, Selasa, 21 Mei 2019, optimistis akan adanya pertumbuhan penjualan pasca Pilpres.

    Peony Tang mengatakan, meski sempat mengalami pelambatan di tahun lalu, akibat aksi "wait and see" dari para investor, kini investor mulai berani untuk mengambil langkah investasi. "Apalagi dengan komitmen pemerintah untuk meneruskan program infrastruktur yang sudah dan akan berjalan, optimisme itu kian menguat,” kata dia.

    Peony mengatakan, pembeli dari generasi milenial kini juga memiliki kecenderungan untuk mulai berinvestasi properti. Kecenderungan tersebut terutama karena sudah banyak kemudahan yang diberikan oleh pengembang sehingga meski dengan budget terbatas, generasi milenial tetap mampu memiliki properti.

    "Hal ini tentunya akan semakin menggairahkan industri properti untuk memasarkan proyeknya pascapilpres," ujar dia.

    Peony yakin, di tahun ini, pihaknya mampu memasarkan hingga 80 persen unit apartemen di SouthCity. Apalagi konsep yang diusung adalah apartemen coliving pertama di Indonesia.

    Senada dengan Peony, pakar property dari Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menyebutkan bahwa pengembang mulai berani melakukan peluncuran proyek pascapilpres setelah melihat kondisi ekonomi yang stabil dan tanpa gejolak.

    "Ini meningkatkan optimisme pengembang terhadap industri properti setelah pemilu,” ujar dia.

    Menurut Ali, pilpres 2019 relatif berpengaruh terhadap pasar properti terutama untuk segmen menengah ke atas. Kondisi ini masih akan menunggu hingga Oktober 2019. Meski demikian, kondisi pilpres yang relatif aman akan memberi dampak positif di akhir tahun. "Kami perkirakan pascapilpres, pasar properti akan kembali bergerak,” ujarnya.

    Sementara itu, Associate Director SouthCity, Stevie Faverius Jaya mengatakan kembali bergairahnya industri properti tak lepas dari siklus properti yang selalu terjadi.

    Ia mengatakan, tak dapat dipungkiri bahwa pasar properti beberapa tahun belakangan mengalami kemerosotan. Namun, di tahun ini, ia optimistis, pasar properti akan kembali bergairah.

    "Ini sebetulnya suatu siklus pasti nanti akan kembali lagi, memang ekonomi Indonesia terpengaruh dari sisi politik karena tahun ini tahun pemilu, saya yakin setelah pemilu, akan sangat banyak investor-investor antusias dan pergerakan aktivitas ekonomi pun kian membaik," ujarnya. Terletak di Cinere, Jakarta Selatan, apartemen ini memiliki total jumlah hunian mencapai 1.701 unit di lahan seluas 1,5 hektare.

    Baca berita Pilpres lainnya di Tempo.co

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.