Ada Tol Trans Sumatera, Tol Tangerang Ikut Terdongkrak 15 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo membubuhkan tanda tangan ketika meresmikan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni - Terbanggi Besar di Gerbang Tol Natar, Lampung Selatan, Lampung, Jumat 8 Maret 2019. Presiden meresmikan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni - Terbanggi Tinggi Besar sepanjang 140,9 km dalam rangka konektivitas dan percepatan jalur distribusi dari Pulau Jawa ke Sumatera atau sebaliknya. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Presiden Joko Widodo membubuhkan tanda tangan ketika meresmikan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni - Terbanggi Besar di Gerbang Tol Natar, Lampung Selatan, Lampung, Jumat 8 Maret 2019. Presiden meresmikan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni - Terbanggi Tinggi Besar sepanjang 140,9 km dalam rangka konektivitas dan percepatan jalur distribusi dari Pulau Jawa ke Sumatera atau sebaliknya. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Jalan tol Tangerang-Merak diperkirakan mengalami lonjakan volume lalu lintas sebesar 15,6 persen selama masa angkutan Lebaran 2019. Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti--operator jalan tol tersebut--Krist Ade Sudiyono mengatakan, peningkatan trafik  diperkirakan seiring minat pengguna kendaraan melintas di jalan tol Trans Sumatera.

    Baca juga: Diskon Tol Trans Jawa di Musim Lebaran Diketok Pekan Depan

    Sebagaimana diketahui, ruas Tangerang-Merak merupakan akses tol satu-satunya menuju Pelabuhan Penyeberangan Merak. "Sekarang Bakauheni-Terbanggi Besar sudah operasi dan yang lainnya fungsional. Jadi sampai Palembang sudah bisa lewat tol," ujarnya  di Jakarta, Senin 20 Mei 2019.

    Untuk diketahui, jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar (140,9 kilometer) sudah beroperasi sejak Maret 2019. Sementara itu, ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang, Pematang Panggang-Kayu Agung, dan Kayu Agung-Palembang-Betung Seksi I akan digunakan secara terbatas pada masa angkutan lebaran nanti. Panjang keseluruhan jalan tol dari Bakauheni-Palembang mencapai 359 kilometer.

    Keberadaan jalan tol di Sumatera membuat waktu tempuh lebih singkat. Bisnis.com pada awal Mei 2019 lalu sempat melintas jalan tol dari Bakauheni hingga Kayu Agung. Perjalanan hingga Palembang memakan waktu efektif tujuh jam. Bila melintas di jalan nasional, waktu yang dibutuhkan mencapai 12 jam-15 jam.

    Seiring operasional jalan tol, Krist menghimbau para pemudik untuk merencanakan waktu perjalanan lebih cermat. Dia menyarankan pemudik untuk tidak menyeberang dari Merak ke Bakauheni pada malam hari untuk menghindari penumpukan di dermaga pelabuhan.

    Menurut Krist, pemudik yang hendak menuju Sumatera memang kerap menyeberang di waktu malam agar tiba di Sumatera saat hari sudah terang. Perilaku ini menyebabkan penumpukan kendaraan di dermaga saat malam hari. "Perilaku itu terjadi sebelum Trans Sumatera dibangun. Kami sarankan tidak menyeberang di malam hari semuanya, tapi juga bisa di siang hari," tutur Krist.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wacana Liberalisasi Penerbangan, Pemerintah Undang Maskapai Asing

    Pemerintah membuka wacana liberalisasi penerbangan dengan mengundang maskapai asing untuk mengoperasikan rute domestik demi memperketat kompetisi.