Astra Infra Incar Tol Jawa Lain Pasca Akuisisi Tol Sumo

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas mengatur kendaraan melintasi jalan Tol Surabaya Mojokerto saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Batang, Jawa Tengah, Jumat, 7 Desember 2018. Empat dari lima ruas tol tersebut dikelola oleh PT Jasa Marga. ANTARA/Zabur Karuru

    Sejumlah petugas mengatur kendaraan melintasi jalan Tol Surabaya Mojokerto saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Batang, Jawa Tengah, Jumat, 7 Desember 2018. Empat dari lima ruas tol tersebut dikelola oleh PT Jasa Marga. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta -Astra Infra, sub holding PT Astra International Tbk di sektor infrastruktur, berencana melanjutkan akuisisi jalan tol yang sudah beroperasi guna setelah pekan lalu secara resmi mengambil alih 44,5 persen saham PT Jasamarga Surabaya Mojokerto (JSM). Astra Infra bakal fokus menambah portofolio jalan tol yang ada di Pulau Jawa.

    Baca juga: Diskon Tol Trans Jawa di Musim Lebaran Diketok Pekan Depan

    Group CEO - ASTRA Infra Djap Tet Fa mengatakan Astra Infra masih membuka peluang untuk menambah portofolio di jalan tol yang saat ini sudah mencapai 7 ruas. Dia menambahkan, pihaknya juga terus memantau peluang akuisisi ruas-ruas strategis di koridor Trans Jawa.

    "Fokus kami masih di Jawa karena kami melihat Jawa penduduknya paling banyak dan jaringan transportasinya lebih mature," ujarnya di Jakarta, Senin malam, 21 Mei 2019.

    Pekan lalu Astra Infra merampungkan akuisisi 44,5 persen saham JSM dari dua pemegang saham, yaitu PT Moeladi dan PT Wijaya Karya. Astra Infra merogoh kocek Rp1,7 triliun untuk mendanai pembelian saham ini. 

    Jalan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) sepanjang 36,3 kilometer turut memperpanjang andil Astra Infra di koridor Trans Jawa menjadi 338,6 kilometer.

    Di koridor yang resmi tersambug sejak 21 Desember 2018 ini,  Astra Infra juga memiliki saham di empat ruas lainnya, yaitu Tangerang-Merak (72,5 kilometer), Cikopo-Palimanan (116,8 kilometer), Semarang-Solo (72,6 kilometer), dan Jombang-Mojokerto (40,5 kilometer).

    Selain ruas tol di koridor Trans Jawa, Astra Infra juga memiliki saham di dua ruas yang masih dalam tahap konstruksi, yaitu Kunciran Serpong (11,2 kilometer) dan Serpong Balaraja (39,8 kilometer).

    Walhasil, panjang keseluruhan dari portofolio jalan tol Astra Infra mencapai 389,6 kilometer. Hingga 2020 Astra Infra menargetkan portofolio jalan bisa mencapai 500 kilometer sehingga ruang untuk akuisisi jalan tol masih terbuka.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.