Lebaran 2019, Angkasa Pura: Extra Flight Tak Sebanyak Tahun Lalu

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang mengantre untuk check in di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 11 Juni 2018. Menurut hasil rekapitulasi Posko Lebaran Ahmad Yani, jumlah penumpang yang datang dan pergi dari H-8 sampai H-5 Lebaran mencapai 64.591 penumpang atau meningkat 17.120 penumpang dibanding waktu yang sama pada arus mudik 2017. ANTARA

    Calon penumpang mengantre untuk check in di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 11 Juni 2018. Menurut hasil rekapitulasi Posko Lebaran Ahmad Yani, jumlah penumpang yang datang dan pergi dari H-8 sampai H-5 Lebaran mencapai 64.591 penumpang atau meningkat 17.120 penumpang dibanding waktu yang sama pada arus mudik 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Memasuki musim mudik Lebaran 2019 ini, maskapai asing dan nasional ternyata memilih mengurangi penerbangan tambahan atau extra flight. Bahkan, ada bandara yang hanya menerima pengajuan penerbangan tambahan untuk rute internasional.

    Baca juga: Tiket Pesawat Mahal, Warga Minang Pulang Basamo Lewat Jalur Darat

    Corporate Secretary PT Angkasa Pura I, Handy Heryudhitiawan, mengatakan bahwa pengajuan penerbangan tambahan oleh maskapai cenderung menurun dibandingkan dengan Lebaran tahun lalu. Menurut dia, tahun lalu jumlah pengajuan penerbangan tambahan mencapai 5.247 rute domestik dan internasional. Sementara tahun ini pihaknya baru menerima pengajuan 1.306 penerbangan tambahan. 

    “Kalau dibandingkan dengan 2018, tahun ini mengalami penurunan permohonan extra flight. Hingga saat ini yang sudah masuk baru 1.565 slot,” katanya seperti dimuat Bisnis.com, Selasa 21 Mei 2019.

    Dia berpendapat realisasi penerbangan tambahan pada masa Lebaran 2018 menjadi bahan pertimbangan maskapai dalam menentukan pengajuan pada 2019. Di sisi lain, imbuhnya, angka pengajuan juga menjadi lebih realistis.

    Menurutnya, moda transportasi darat yang semakin memadai seperti jalan tol maupun kereta bisa menjadi alternatif masyarakat dalam melakukan perjalanan mudik maupun balik. Pergeseran moda transportasi tersebut terjadi utamanya di wilayah Pulau Jawa.

    Sebagai perbandingan, pengajuan penerbangan tambahan untuk Bandara Juanda di Surabaya pada Lebaran 2018 mencapai 1.598 slot, sedangkan pada Lebaran 2019 hanya 580 slot. Adapun, bandara tersebut menjadi pengajuan penerbangan tambahan terbanyak di antara bandara lain di bawah kelolaan AP I.

    Adapun Direktur Teknik dan Operasi AP II Djoko Murjatmodjo berharap jumlah penerbangan tambahan yang diajukan maskapai bisa bertambah seiring dengan penurunan tarif batas atas (TBA) yang ditetapkan pemerintah akhir pekan lalu.

    Saat ini, penerbangan tambahan yang sudah mendapatkan persetujuan terbang (flight approval/FA) mencapai 68 slot, hingga pekan lalu. Penerbangan tambahan tersebut terdiri dari 50 slot rute domestik dan 18 slot rute internasional.

    Baca juga: Polisi Telisik Motif Pilot IR Sebar Ujaran Kebencian di Medsos

    “Penurunan TBA juga baru saja diputuskan, sehingga maskapai juga akan berhitung ulang kebutuhan extra flight. Mudah-mudahan pengajuan slot terbang akan bertambah,” kata Djoko.

    Berdasarkan data AP II hingga 14 Mei 2019, 68 slot tersebut hanya diajukan untuk dua dari total 16 bandara yang dikelola. Kedua bandara tersebut adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta sebanyak 52 slot dan Bandara Kuala Namu di Medan sebanyak 16 slot.

     
    BISNIS

     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.