Mudik, Jasa Marga Siapkan Jurus Tangkal Kemacetan di Jalan Tol

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial suasana kemacetan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Jumat, 23 November 2018. Proyek tersebut antara lain pembangunan jalan tol layang, LRT dan kereta api cepat Jakarta-Bandung. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Foto aerial suasana kemacetan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Jumat, 23 November 2018. Proyek tersebut antara lain pembangunan jalan tol layang, LRT dan kereta api cepat Jakarta-Bandung. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) menyiapkan tiga jurus utama dalam memastikan kelancaran arus mudik di Jalan Tol Jakarta - Cikampek. Langkah itu antara lain distribusi beban, optimalisasi kapasitas, serta percepatan informasi dan penanganan.

    Baca juga: Mudik Naik Bus Mewah, Fasilitas Setara Pesawat

    "Jadi garis besarnya ada tiga (langkah)," ujar Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek Raddy R. Lukman saat meninjau Gerbang Tol Cikampek Utama, Senin, 20 Mei 2019. Berikut adalah langkah-langkah antisipasi kemacetan tersebut.

    1. Distribusi beban

    Raddy mengatakan langkah untuk mendistribusikan beban di jalan tol antara lain pelarangan truk di jalan tol saat mudik. "Tahun lalu kan naiknya 88 persen karena enggak ada truknya, dan 40 persen truk itu overload," ujar dia. Hal itu menjadi kendala untuk manuver kendaraan.

    Di samping itu, distribusi beban juga dilakukan dengan penerapan sistem arus satu arah pada masa mudik dan arus balik. Saat ini, pemerintah dan jasa Marga menetapkan jalur satu arah akan diberlakukan dari Kilometer (KM) 29 Tol Jakarta - Cikampek hingga KM 262 Gerbang Tol (GT) Brebes Barat, dari 30 Mei hingga 2 Juni 2019.

    2. Optimalisasi kapasitas

    Langkah optimalisasi itu, kata Raddy, antara lain dipindahkannya Gerbang Tol Cikarang Utama ke dua gerbang tol anyar, yakni Cikampek Utama dan Kalihurip Utama. Dampaknya, sejumlah gerbang tol, mulai dari GT Cibatu, Cikarang Timur, karawang barat, hingga Karawang Timur mengalami kenaikan kapasitas.

    Belum lagi pengembalian lebar lajur ke normal selama masa mudik Lebaran. pasalnya, salah satu penyebab tersendatnya lalu lintas di jalur bebas hambatan itu adalah penyempitan lajur akibat proyek. "Jadi pengembalian lajur ke lajur normal itu penting banget," kata Raddy.

    Selain itu, ujar Raddy, optimalisasi kapasitas di tempat peristirahatan. Hal itu berkaca dari mudik tahun lalu. Kala itu, kapasitas tempat peristirahatan di Jakarta - Cikampek kurang, meski sudah menambah dengan tempat peristirahatan darurat. Namun, dengan adanya arus searah, kapasitas itu bisa naik seratus persen. "Tahun ini, kita bisa manfaatkan tempat peristirahatan ini ini untuk dua arah tadi karena rambunya sudah cukup."

    3. Percepatan informasi dan penanganan

    Untuk melakukan strategi ini, Raddy mengatakan perseroan akan peneyebar petugas di titik tertentu. Perseroan juga menambah 13 VMS (Varriable Message Signs). Sehingga, total ada 31 VMS di sepanjang Jalan Tol Jakarta - Cikampek.

    Perseroan juga akan melakukan otomatisasi tayangan informasi kepadatan arus mudik sudah di sambungkan dengan google. Dengan demikian informasi bisa diupdate setiap 10-20 menit. "Standar berapa kecepatanya standar berapa kemacetannya," kata Raddy.

    Di samping itu, Raddy menyebar 146 CCTV di beberapa ruas. Adapun beberapa segmen sudah diotomatisasi menjadi smart CCTV. "Itu bisa counting kecepatan maupun jumlah. Jadi ketika kecepatan turun itu indikator kita untuk mengalihkan arus."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.