Sri Mulyani Sampaikan Indikator Ekonomi Makro RAPBN 2020 ke DPR

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali terpilih sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik tahun 2019. Penghargaan ini diraih Sri Mulyani untuk ketiga kalinya setelah tahun 2017 dan 2018 lalu. ANTARA/Wahyu Putro A

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali terpilih sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik tahun 2019. Penghargaan ini diraih Sri Mulyani untuk ketiga kalinya setelah tahun 2017 dan 2018 lalu. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hari ini menyampaikan kisaran indikator ekonomi makro usulan pemerintah kepada anggota sidang paripurna DPR RI. Indikator makro ini akan digunakan kedua lembaga sebagai dasar penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.

    Baca: Siap-siap, Sri Mulyani Beri Sinyal Iuran BPJS Kesehatan Naik

    "Kebijakan fiskal tahun 2020 mengangkat tema APBN untuk akselerasi daya saing melalui inovasi dan penguatan kualitas sumber daya manusia," kata Sri saat ditemui usai menyampaikan pidato di Rapat Paripurna ke-17 di Gedung Nusantara II, DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 20 Mei 2019.

    Adapun tujuh pokok indikator yang diusulkan pemerintah yaitu pertumbuhan ekonomi 5,3 - 5,6 persen, inflasi 2 - 4 persen, tingkat bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 5 - 5,6 persen, dan nilai tukar Rupiah Rp 14 ribu - Rp 15 ribu per dolar AS.

    Kisaran indikator ekonomi makro lainnya adalah harga minyak mentah Indonesia US$ 60- US$ 70 per barel, lifting minyak bumi 695- 840 ribu barel per hari, dan lifting gas bumi 1.191 - 1.300 ribu per barel setara minyak per hari.

    Jika dibandingkan dengan postur APBN 2019, pemerintah masih mematok indikator yang tak jauh berbeda. Dalam APBN 2019, target pertumbuhan ekonomi adalah, inflasi 3,5 persen, tingkat bunga SPN 5,3 persen, nilai tukar Rupiah Rp Rp 15 ribu. Selain itu, tahun lalu patokan harga minyak mentah Indonesia US$ 70 per barel, lifting minyak bumi 775 ribu barel per hari, dan lifting gas bumi 1.250 ribu per barel setara minyak per hari.

    Baca: Sri Mulyani Ancam Kementerian yang Kerap Revisi Rencana Anggaran

    Selain tujuh indikator tersebut, Sri juga menyampaikan bahwa target rasio pajak tahun 2020 mencapai 11,8 hingga 12,4 persen terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB), atau masih di rentang target APBN 2019 yang sebesar 12,2 persen. Target itu akan dicapai melalui upaya reformasi perpajakan dan mendorong daya sajng investasi dan ekspor melalui insentif fiskal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.