Menkominfo: Hari Kebangkitan Nasional, Bangkit untuk Bersatu

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberikan keterangan tentang jumlah hoaks yang terus berkembang di media sosial menjelang Pemilu seusai acara temu Perhimpunan Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (Himpuni) di Hall 2D, Jakarta Convention Center, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 3 April 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberikan keterangan tentang jumlah hoaks yang terus berkembang di media sosial menjelang Pemilu seusai acara temu Perhimpunan Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (Himpuni) di Hall 2D, Jakarta Convention Center, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 3 April 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyatakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111 menjadi momentum bagi bangsa Indonesia agar bangkit untuk bersatu.

    Baca juga: Hari Kebangkitan Nasional, Sandiaga Uno Angkat Soal Sapu Lidi

    "Kita bangkit untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Menkominfo dalam sambutannya pada peringatan Harkitnas yang dibacakan Direktur Utama LKBN ANTARA Meidyatama Suryodiningrat di Jakarta, Senin, 20 Mei 2019.

    Menurut Rudiantara seperti diungkapkan Meidyatama, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, yang telah mampu terus menghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad.

    Kuncinya ada dalam dwilingga salin suara yaitu gotong-royong. Semangat persatuan dan gotong-royong yang telah mengakar dan menyebar di seluruh Nusantara. Ungkapan kearifan lokal di setiap daerah juga mengutamakan persatuan yang terdapat di seluruh suku, adat, dan budaya yang ada di Indonesia, katanya.

    Meski digali dari kearifan nenek moyang bangsa Indonesia yang telah dipupuk selama berabad-abad, namun sejatinya jiwa gotong-royong bukanlah semangat yang sudah renta.

    Karena sampai kapan pun semangat dan jiwa gotong royong akan senantiasa relevan, bahkan semakin mendesak sebagai sebuah tuntutan zaman yang sarat dengan berbagai perubahan.

    Dengan bertumpu pada kekuatan jumlah sumber daya manusia dan populasi pasar, bersama negara-negara besar lainnya seperti Tiongkok, Amerika Serikat, India, ekonomi Indonesia akan tumbuh menjadi lima besar dunia, dalam 10 sampai 30 tahun mendatang.

    "Kuncinya terletak pada hasrat kita untuk tetap menjaga momentum dan iklim yang tenang untuk bekerja. Kita harus jaga agar suasana selalu kondusif penuh harmoni dan persatuan," katanya.

    Terlebih lagi saat ini berada pada kondisi pascapemilu yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat namun tahapannya berjalan dengan lancar.

    "Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita," kata Rudiantara.

    Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, ditingkah bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, Indonesia membuktikan mampu menjaga persatuan hingga saat ini.

    Baca berita Hari Kebangkitan Nasional lainnya di Tempo.co

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.