Gardu Tol Cikarang Utama Selesai Dibongkar Sebelum Lebaran

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara pembangunan Gerbang Tol Cikampek Utama di KM 70 Tol Jakarta-Cikampek, Cikampek, Jawa Barat, Kamis 16 Mei 2019. Gerbang tol tersebut dibangun untuk  menggantikan Gerbang Tol Cikarang Utama yang mengalami penyempitan akibat proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek sehingga dapat mengurangi kepadatan antrian kendaraan terutama pada arus mudik lebaran 2019. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Foto udara pembangunan Gerbang Tol Cikampek Utama di KM 70 Tol Jakarta-Cikampek, Cikampek, Jawa Barat, Kamis 16 Mei 2019. Gerbang tol tersebut dibangun untuk menggantikan Gerbang Tol Cikarang Utama yang mengalami penyempitan akibat proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek sehingga dapat mengurangi kepadatan antrian kendaraan terutama pada arus mudik lebaran 2019. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - General Manager (GM) Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek Raddy R. Lukman memastikan pembongkaran gardu di Gerbang Tol Cikarang Utama rampung sebelum lebaran.

    Baca juga: Menhub Cek Persiapan Mudik Lebaran di Tol Trans Jawa

    "Sebelum puncak arus mudik sudah selesai," kata dia saat meninjau Gerbang Tol Cikarang Utama, Senin, 20 Mei 2019. Pembongkaran akan dimulai pada Kamis, 23 Mei 2019. Pada saat itu semua transaksi di gerbang tol itu memang resmi dihentikan.

    Pembongkaran, ujar Raddy, biasanya memakan waktu sekitar tiga hingga empat hari. Adapun gardu yang akan dibongkar pertama adalah gardu nomor 13, 15, 17, dan 19. "Selama pembongkaran kami tetap mempertahankan empat lajur agar tidak terjadi bottle neck," kata dia.

    Dengan dihapuskannya GT Cikarang Utara, transaksi akan dipindahkan ke dua cabang. Pertama, yaitu GT Cikampek Utama di kilometer 70 untuk kendaraan yang akan ke arah Jawa bagian tengah dan timur. Ini merupakan gerbang bagi kendaraan yang akan melewati Tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

    Kedua, yaitu GT Kalihurip Utama di kilometer 67 untuk kendaraan ke arah Jawa bagian selatan. Ini merupakan gerbang bagi kendaraan yang akan menggunakan Tol Cipularang dan Tol Padaleunyi.

    Raddy berharap skema ini bisa meningkatkan kapasitas di jalan tol. Sehingga, laju kendaraan tidak lagi tersendat di masa mudik mendatang. Apalagi, perseroan memperkirakan ada sekitar 150 ribu mobil yang bakal memadati jalan bebas hambatan itu pada masa pulang kampung itu. "Kita tahu Cikarut sudah tidak lagi ideal," tuturnya.

    Apalagi, ada tahun ini situasi berbeda dengan tahun lalu. Kondisi tersebut antara lain Jalan Tol Trans Jawa yang sudah tersambung sampai Surabaya. Belum lagi, tingginya tarif tiket pesawat diperkirakan menyebabkan orang-orang beralih moda ke kendaraan pribadi.

    Persoalan juga bertambah dengan adanya proyek jalan tol layang Jakarta - Cikampek. Proyek itu membuat jumlah gardu yang beroperasi berkurang. "Jadi kalau one way bisa terbayang apa yang terjadi," ujar Raddy.

    Pertimbangan lainnya, Raddy mengatakan pergerakan komuter sekarang sudah semakin jauh. Dulu, kebanyakan masyarakat komuter masih berasal dari Bekasi atau Cikarang. Namun, sekarang sudah sampai Karawang. Untuk itu, pemindahan gerbang tol tersebut diharapkan akan lebih memudahkan.

    Adapun pemindahan ke kilometer 70, ujar Raddy, pertimbangannya adalah lantaran bebannya paling kecil dan areanya tersedia. "Jadi kalau hari-hari di sini (Cikarang Utama) 65 ribu sampai 70 ribu di sana hanya 27 ribu."

    Baca berita Lebaran lainnya di Tempo.co

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.