Kemenpar Akui AS Inggris Terbitkan Travel Advice Menjelang 22 Mei

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan sorban Brimob Polda Metro Jaya berjaga di Gedung Bawaslu RI Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Jumat, 10 Mei 2019, di tengah unjuk rasa massa BPN Prabowo. TEMPO/Imam Hamdi

    Pasukan sorban Brimob Polda Metro Jaya berjaga di Gedung Bawaslu RI Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Jumat, 10 Mei 2019, di tengah unjuk rasa massa BPN Prabowo. TEMPO/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata Guntur Sakti membenarkan ada negara yang telah mengeluarkan travel advice atau peringatan keamanan bagi warganya yang tengah berada di Indonesia. Travel advice dirilis menjelang Komisi Pemilihan Umum atau KPU mengumumkan hasil konstestasi Pemilu pada 22 Mei mendatang.

    Baca: Bom Surabaya, Perusahaan Perjalanan Wisata di NTT Ketar-ketir

    “Ya menurut pantaun kami ada beberapa negara yang memberi peringatan kepada warga negaranya untuk waspada pada 22 Mei nanti,” ucap Guntur dalam pesan pendek kepada Tempo, Sabtu, 18 Mei 2019.

    Menurut Guntur, negara yang terkonfirmasi mengeluarkan travel advice adalah Amerika Serikat. Kedutaan Besar AS untuk Indonesia mewartakan imbauan itu melalui situs resminya. 

    Travel advice, ujar dia, adalah imbauan yang wajar dan bukan merupakan ancaman bagi keberlangsungan iklim wisata di Indonesia. Guntur mengatakan travel advice umumnya dikeluarkan oleh otoritas negara sebagai bagian kewajiban dan tanggung jawab negara melindungi warganya.

    “Meski begitu, aparat keamanan juga sudah memberi himbauan dan rasa aman. Kita tentu berharap situasi tetap kondusif,” ucapnya. Kementerian Pariwisata, ujar Guntur, optimistis ekosistem wisata di Indonesia tak goyang. Kinerja sektor pariwisata pun diakui telah sesuai dengan target dan harapan Kementerian sejak Pemilu berlangsung.

    Badan Pusat Statistik sebelumnya mencatat, kunjungan wisatawan asing alias wisman ke Indonesia per Maret 2019 mengalami kenaikan sebesar 5,9 persen ketimbang bulan sebelumnya. Pada bulan tersebut, jumlah wisman mencapai 1,34 juta jiwa. 

    Namun, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya atau year on year, kunjungan wisman merosot 1,82 persen untuk periode yang sama. Tahun ini, Kementerian Pariwisata mengemban target mendatangkan 20 juta wisman hingga 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro Kontra Kemendikbud Menerapkan Zonasi Sekolah pada PPDB 2019

    Zonasi sekolah di PPDB yang diterapkan Kemendikbud memicu pro dan kontra. Banyak orang tua menganggap sistem ini tak adil dan merugikan calon siswa