Tiket Pesawat Mahal, Jumlah Pemudik Via Darat Akan Naik 30 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konferensi pers penurunan tarif batas atas tiket pesawat oleh Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan di kantor Kementerian Perhubungan, Kamis, 16 Mei 2019. Jumpa wartawan ini dihadiri oleh Direktur Kelaikudaraan Capt Avirianto, Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti, dan Sesditjen Perhubungan Udara Nur Isnin Istiartono. TEMPO/Francisfa Christy Rosana

    Konferensi pers penurunan tarif batas atas tiket pesawat oleh Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan di kantor Kementerian Perhubungan, Kamis, 16 Mei 2019. Jumpa wartawan ini dihadiri oleh Direktur Kelaikudaraan Capt Avirianto, Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti, dan Sesditjen Perhubungan Udara Nur Isnin Istiartono. TEMPO/Francisfa Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi memperkirakan terjadi pergeseran penumpang dari angkutan udara ke angkutan darat selama musim mudik Lebaran 2019 akibat melonjaknya harga tiket pesawat

    Baca juga: Tiket Pesawat Mahal, Warga Minang Pulang Basamo Lewat Jalur Darat

    “Saya mendapat laporan, di Solo dan Semarang terjadi penurunan penumpang pesawat. Masyarakat di Solo dan Semarang memilih mobil pribadi atau bus daripada naik pesawat,” ujar Budi Setiyadi saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat malam, 17 Mei 2019. 

    Lantaran fenomena tersebut, Budi mengklaim penumpang angkutan bus di Pulau Jawa akan meningkat 30 persen ketimbang hari-hari biasa. Klaim tersebut didukung oleh data peningkatan jumlah penumpang bus dari operator-operator angkutan darat yang dilaporkan kepada Kementerian Perhubungan.

    Merujuk data yang dihimpun Kementerian, Budi Setiyadi mengatakan telah terjadi lonjakan penumpang pada hari-hari biasa sebesar 12-25 persen setelah harga tiket pesawat naik. Lonjakan penumpang bus terjadi sepanjang akhir 2018 hingga April 2019. 

    Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan mengatakan peningkatan jumlah penumpang terjadi bukan hanya lantaran terdorong faktor harga tiket pesawat. Namun juga karena mulai beroperasinya Tol Transjawa. 

    “Karena ada Tol Transjawa, jangkauan penumpang lebih mudah,” ujar Adnan saat dihubungi Tempo pada Sabtu, 18 Mei 2019. Pertumbuhan jumlah penumpang terjadi di rute-rute Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di Jawa Tengah, rata-rata tujuan favorit penumpang adalah Solo Raya. Sedangkan Jawa Timur, penumpang umumnya turun di Ponorogo dan Surabaya.

    Adnan memastikan, seluruh tiket armada bus dari Jabodetabek menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk perjalanan H-7 dan H+7 Lebaran telah ludes dipesan. Adapun harga bus yang dipatok untuk kelas eksekutif berkisar Rp 450 ribu untuk tujuan Jabodetabek-Jawa Tengah dan Rp 600 ribuan untuk rute Jabodetabek-Jawa Timur.

    Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kementerian Perhubungan memprediksi, 40 persen dari total 14,9 juta pemudik dari Jabodetabek yang melintasi jalur darat Pulau Jawa akan memanfaatkan Tol Transjawa. Sementara itu, 27 persen pemudik sisanya diperkirakan bakal melewati jalur pantai utara atau pantura. Sedangkan 33 persen lainnya akan melintasi jalur-jalur alternatif, seperti jalur dalam kota.

    Badan Pusat Statistik (BPS) dalam siginya Mei lalu mencatat, jumlah penumpang domestik selama Januari hingga Maret 2019 anjlok 17,66 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya (year on year). Berdasarkan data BPS, jumlah penumpang angkutan udara secara kumulatif pada Januari hingga Maret 2019 hanya 18 juta. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, jumlah penumpang domestik mencapai 22 juta.

    Baca berita tiket pesawat lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.