Manajemen Garuda Indonesia Group Klaim Telah Turunkan Tarif Tiket Pesawat

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan maskapai Ethiopian Airlines ketika bertolak menuju Nairobi, Kenya, pada 10 Maret 2019 membuat sejumlah negara memutuskan untuk melarang Boeing 737 Max 8 beroperasi kembali, salah satunya yakni pada Maskapai Garuda Indonesia. TEMPO/Rully Kesuma

    Jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan maskapai Ethiopian Airlines ketika bertolak menuju Nairobi, Kenya, pada 10 Maret 2019 membuat sejumlah negara memutuskan untuk melarang Boeing 737 Max 8 beroperasi kembali, salah satunya yakni pada Maskapai Garuda Indonesia. TEMPO/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen maskapai penerbangan Garuda Indonesia Group memastikan telah menurunkan harga tiket pesawatnya untuk rute dalam negeri. Penurunan tarif ini dilakukan setelah Kementerian Perhubungan merilis aturan baru tentang tarif batas atas atau TBA.

    BACA: Tiket Pesawat Mahal, Pakar: Pemerintah Tak Pernah Evaluasi Tarif

    "Kami sudah melakukan penyesuaian harga semalam untuk semua rute," ujar Direktur Niaga PT Garuda Indonesia Persero Tbk Pikri Ilham Kurniansyah saat dihubungi Tempo pada Jumat, 17 Mei 2019.

    Besaran penurunan tarif tiket pesawat untuk semua rute, ujar Pikri, telah menyesuaikan amanat dari regulator. Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mengatur tarif batas atas atau TBA untuk rute dalam negeri melorot 12 hingga 16 persen.

    BACA: Harga Tiket Pesawat Diminta Turun 45 Persen Demi Gairahkan Wisata

    Rute-rute jarak pendek akan terimbas penurunan TBA sebesar 12 persen. Sedangkan TBA untuk rute jauh turun paling tajam, yakni 16 persen. Bila dipatok dari Jakarta, rute dekat meliputi penerbangan di sekitar Pulau Jawa. Sedangkan rute jauh ialah penerbangan ke luar pulau, misalnya Papua.

    Pikri menjelaskan, penurunan harga tiket pesawat ini berlaku untuk seluruh maskapai Garuda Group dengan jenis armada jet. Di antaranya Garuda Indonesia, Sriwijaya, Nam Air, dan Citilink.

    Menurut pantauan Tempo melalui beberapa aplikasi pemesanan tiket pesawat, seperti Traveloka, Tiket.com, dan Pegipegi, harga penerbangan untuk rute gemuk, seperti Jakarta-Surabaya yang ditawarkan Garuda Group berkisar paling murah Rp 1,2 juta. Harga itu dipatok untuk maskapai Sriwijaya Air. Sedangkan harga paling mahal ialah Garuda Indonesia dengan layanan full service mencapai Rp 1,4 juta.

    Harga yang ditawarkan ini berlaku untuk hari biasa atau low season. Sedangkan untuk rute Jakarta-Yogyakarta, yang juga termasuk rute gemuk, harga paling murah untuk Garuda Indonesia Group ditawarkan oleh maskapai Sriwijaya dengan harga tiket Rp 920 ribu. Sedangkan paling mahal ialah Garuda Indonesia dengan harga Rp 1,08 juta.

    Untuk destinasi wisata, seperti Bali, harga penerbangan dari Jakarta dipatok Rp 1,5 juta untuk maskapai Citilink. Sedangkan dengan pesawat Garuda Indonesia, tiket dipatok Rp 1,9 juta untuk penerbangan low season, seperti November.

    Adapun untuk rute Lombok, penerbangan pada waktu yang sama dari Jakarta paling murah dipatok Rp 1,5 juta dengan pesawat Citilink. Sedangkan untuk maskapai Garuda Indonesia, harga tiket pesawat yang ditawarkan ialah Rp 1,8 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.