Minyak Mentah Melonjak ke Level Tertinggi, Apa Sebab?

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kilang minyak Arab Saudi. Sumber: EPA/dailymail.co.uk

    Kilang minyak Arab Saudi. Sumber: EPA/dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta -Minyak mentah melonjak ke level tertinggi dua pekan karena Arab Saudi menuduh Iran berada di balik serangan fasilitas minyak utamanya, memicu ketegangan antara dua negara penghasil minyak dunia tersebut.

    BACA: Harga Minyak Naik Menyusul Serangan Drone di 2 Stasiun Pompa

    Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni pada Kamis, 16 Mei 2019 ditutup menguat 1,4 persen atau 0,85 poin ke level US$62,87 per barel di New York Mercantile Exchange, kenaikan terbesar sejak akhir April.

    Sementara itu, minyak Brent untuk kontrak Juli mengua 0,85 sen poin dan ditutup pada US$72,62 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

    Dilansir Bloomberg, Wakil menteri pertahanan Arab Saudi dan saudara lelaki penguasa de facto negara itu menuduh di Twitter bahwa serangan drone yang terjadi pada Selasa, 14 Mei 2019 diperintahkan oleh Iran.

    BACA: SKK Migas: Target Lifting Minyak Mentah Sulit Tercapai

    Komentar tersebut muncul ketika pasukan pimpinan Saudi melancarkan serangan udara balasan terhadap Houthi di Yaman, di mana PBB bekerja untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama empat tahun tersebut.

    Eskalasi juga terjadi setelah AS memerintahkan staf non-darurat untuk meninggalkan negara tetangga Irak karena meningkatnya ancaman di wilayah tersebut. "Siapa pun yang mengenal Timur Tengah tahu bahwa ada banyak jebakan dan risiko eskalasi selalu ada," kata Tamar Essner, Direktur Energi di Nasdaq Corporate Solutions, seperti dikutip Reuters.

    "Dengan setiap serangan yang terjadi, risiko dan taruhannya menjadi lebih tinggi,” lanjutnya.

    Meskipun saluran pipa Saudi telah dibuka kembali, para pejabat dari semua pihak memperingatkan bahwa serangkaian peristiwa baru-baru ini telah mendorong kawasan itu lebih dekat ke konflik yang berpotensi menghancurkan.

    Serangan baru-baru ini terhadap kapal tanker minyak menyoroti ketegangan regional di Teluk Persia karena hubungan antara AS dan Iran juga memburuk. Hal tersebut mengurangi kekhawatiran tentang permintaan terkait dengan perang dagang yang semakin intensif antara AS dan Cina.

    Baca berita tentang Minyak Mentah lainnya di Tempo.co.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perolehan Kursi DPR Pemilu 2019, Golkar dan Gerinda di Bawah PDIP

    Meski rekapitulasi perolehan suara Golkar di Pileg DPR 2019 di urutan ketiga setelah PDIP dan Gerindra, namun perolehan kursi Golkar di atas Gerindra.