Defisit APBN April Tembus Rp 101 T, Sri Mulyani: Masih Terkendali

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkeu Sri Mulyani saat menjadi narasumber dalam acara One Hour University, Rabu 15 Mei 2019 di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta.

    Menkeu Sri Mulyani saat menjadi narasumber dalam acara One Hour University, Rabu 15 Mei 2019 di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per April 2019 tembus Rp 101 triliun. Jumlah ini setara dengan 0,63 persen dari Produk Domestik Bruto atau PDB.

    Baca: Sri Mulyani Prediksi Perang Dagang AS-Cina Bakal Lama

    Sri Mulyani mengakui bahwa defisit ini terlihat lebih dalam dibandingkan periode yang sama pada 2018 yang mencapai 0,37 persen dari PDB. "Memang defisit meningkat, namun kami melihat bahwa pelaksanaan APBN 2019 masih terkendali," kata Sri Mulyani saat mengelar konferensi pers APBN Kita di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis 16 Mei 2019.

    Dalam catatan Kementerian Keuangan, keseimbangan primer dari APBN pada April 2019 minus sebesar 18,4 triliun atau naik 91,7 persen terhadap APBN pada periode yang sama 2018. Kendati demikian, jumlah ini masih lebih rendah dibandingkan proyeksi yang sudah disusun pemerintah sebesar Rp 20,1 triliun.

    Kondisi keseimbangan primer ini terjadi karena penerimaan negara yang tumbuh tipis. Penerimaan negara sepanjang April tercatat mencapai Rp 530,7 triliun atau tumbuh sebesar 0,5 persen dibandingkan pada periode yang sama 2018. Jumlah penerimaan ini, tercatat telah mencapai 24,5 persen dari target penerimaan yang dipatok pemerintah tahun ini.

    Penerimaan yang tumbuh tipis ini disebabkan oleh penerimaan pajak negara yang menurun, terutama yang bersumber dari pajak badan dan pajak pertambahan nilai. Dari pos pajak PPh non migas ini, negara hanya berhasil mendapat Rp 368 triliun atau 24,1 persen dari target. Sepanjang April, total penerimaan negara dari pajak dan cukai total mencapai Rp 436,4 triliun atau hanya tumbuh 4,7 persen.

    Sementara itu, belanja negara sepanjang April telah mencapai Rp 631,8 triliun atau tercatat tumbuh sebesar 8,4 persen dibandingkan April 2018. Jika dilihat secara kumulatif, total belanja sepanjang April ini telah mencapai 22,6 persen dari total belanja yang ditargetkan pemerintah.

    Baca: Defisit Perdagangan, Sri Mulyani: Ekspor Kontraksi Lebih Dalam

    Dalam catatan Kementerian Keuangan, untuk menutup belanja negara, pemerintah telah menarik utang Rp 144,8 triliun setara 40,4 persen dari total APBN 2019. Dari total pembiayaan ini pembiayaan utang tersebut mencapai Rp 143 triliun.

    Simak berita lainnya terkait Sri Mulyani di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perolehan Kursi DPR Pemilu 2019, Golkar dan Gerinda di Bawah PDIP

    Meski rekapitulasi perolehan suara Golkar di Pileg DPR 2019 di urutan ketiga setelah PDIP dan Gerindra, namun perolehan kursi Golkar di atas Gerindra.