Bebas Jalan Rusak, Pemudik Lebaran Disarankan Lewat Pantura Tuban

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik arus balik berjalan merayap di jalur Pantura Banyuputih, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa, 19 Juni 2018. Pengalihan kendaraan dari gerbang keluar jalan tol Weleri Kendal menuju jalur Pantura menyebabkan kepadatan kendaraan di sejumlah ruas Pantura nasional di kawasan Banyuputih, Kabupaten Batang. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

    Kendaraan pemudik arus balik berjalan merayap di jalur Pantura Banyuputih, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa, 19 Juni 2018. Pengalihan kendaraan dari gerbang keluar jalan tol Weleri Kendal menuju jalur Pantura menyebabkan kepadatan kendaraan di sejumlah ruas Pantura nasional di kawasan Banyuputih, Kabupaten Batang. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

    TEMPO.CO, Tuban - Para pemudik di musim Lebaran 2019 disarankan untuk menggunakan jalur pantai utara (pantura) Kabupaten Tuban. Pasalnya selain tak dilalui kendaraan berat, jalur sepanjang 60 kilometer itu juga bebas jembatan rusak dan jalan beraspal yang relatif terawat.

    Baca: BNI Prediksi Kebutuhan Uang Tunai Lebaran 2019 Naik 5 Persen

    Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban kini telah mengoptimalkan penjagaan dan perawatan jalur pantura. Mulai dari perbatasan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, tepatnya di Kecamatan Bancar, Tuban, hingga di Kecamatan Palang, yang berbatasan dengan Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.

    Jalan Daendles tersebut, sebelum memasuki H-7 Lebaran, jalan-jalan berlubang dan bergelombang telah direhab. Pekerja diproyeksikan membenahi dan mengontrol jalan rusak untuk ditutup dan diaspal. ”Kita berupaya jalan aspal di pantura standar,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Tuban, Mudji Slamet, Kamis, 16 Mei 2019.

    Selain itu, kata Mudji Slamet, jalur Pantura Tuban juga dijamin tidak ada jembatan rusak. Dia mencontohkan, untuk mudik tahun sebelumnya yaitu tahun 2015 dan 2018 ada jembatan ambrol dan rusak. Penyebabnya selain karena padatnya lalu lintas juga volume kendaraan berat yang melebihi kapasitas.

    Ia mencontohkan, Jembatan Cincim tepatnya di Kecamatan Widang, yang berbatasan dengan Kecamatan Babat, Lamongan pada April 2018 lalu. Kemudian Jembatan Karangdowo, Kecamatan Jenu. Juga Jembatan Bogorkerep dan Jembatan Boncong, keduanya di Kecamatan Bancar. Tetapi, empat jembatan tersebut semuanya telah selesai diperbaiki. ”Jembatan rusak kita jamin sudah tidak ada,” kata Mudji Slamet.

    Pihak Dinas Perhubungan juga telah berkoordinasi dengan Kepolisian Resort Tuban, terkait larangan untuk kendaraan berat pada H-7 dan H+7. Yaitu kendaraan berat yang melintas di jalur pantura. Tetapi ada prioritas kendaraan pengangkut sembako, gas dan juga makanan ternak. Baik itu ternak ikan maupun unggas.

    Baca: Musim Mudik Lebaran, KAI Kebut Perbaikan Lokomotif dan Gerbong

    Jadi, ucap Mudji Slamet, diharapkan para pemudik Lebaran yang melintas di jalur utara untuk melewati Tuban. Selain karena dalam beberapa tahun terakhir, mudik di Pantura Tuban, lalu lintasnya relatif tidak ramai. ”Lewat Tuban saja,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perolehan Kursi DPR Pemilu 2019, Golkar dan Gerinda di Bawah PDIP

    Meski rekapitulasi perolehan suara Golkar di Pileg DPR 2019 di urutan ketiga setelah PDIP dan Gerindra, namun perolehan kursi Golkar di atas Gerindra.