BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di Posisi 6 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia atau BI Perry Warjiyo memberikan keterangan kepada wartawan saat Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. Bank Indonesia memutuskan kembali menaikkan suku bunga acuannya atau BI 7-Day Reverse Repo Rate 25 basis poin (bps) atau 0,25 persen menjadi 5,5 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    Gubernur Bank Indonesia atau BI Perry Warjiyo memberikan keterangan kepada wartawan saat Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. Bank Indonesia memutuskan kembali menaikkan suku bunga acuannya atau BI 7-Day Reverse Repo Rate 25 basis poin (bps) atau 0,25 persen menjadi 5,5 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia atau BI memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) sebesar 6 persen. Adapun suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25 persen dan suku bunga Lending Facility 6,75 persen. Hal ini sesuai dengan keputusan Rapat Dewan Gubenur Bank Indonesia yang diumumkan pada Kamis, 16 Mei 2019.

    Baca: BI Batasi Penukaran Uang Lebaran Rp 3,9 Juta per Orang

    "Keputusan tersebut diambil sejalan untuk menjaga stabiltas eksternal ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat mengelar konferensi pers di kompleks Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis.

    Perry mengatakan, Bank Indonesia akan terus mencermati kondisi pasar keuangan global dan menjaga stabilitas eksternal dalam mempertimbangkan kebijakan moneter, rendahnya inflasi dan mendorong perekonomian dalam negeri. Bank Indonesia, kata Perry, juga memastikan kondisi likuiditas perbankan masih akomodatif.

    Selain itu, untuk ikut mendorong stabilitas dan mendorong perekonomian domestik, BI akan terus melakukan pendalaman di pasar keuangan. Sekaligus pada saat berasamaan BI juga ikut memberikan kebijakan yang bisa mendorong peningkatan ekspor dan menjaga aliran masuk atau investasi.

    Perry melanjutkan BI memperkirakan, ke depan aliran modal asing masih akan berlanjut. Sehingga secara keseluruhan Neraca Pembayaran Indonesia atau NPI masih akan mencatat surplu. Kemudian, Current Account Defisit atau CAD dalam NPI sepanjang 2019, diperkirakan akan lebih rendah dari tahun 2019.

    Baca: Mau Tukar Uang untuk Lebaran? Cek Lokasi Kas Keliling BI

    "Kami perkirakan CAD akan di kisaran 2,5 persen dari PDB. Meskipun demikian, prakiraan ini tidak serendah dari perkiraan semula," kata Perry.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.