Harga Minyak Naik Menyusul Serangan Drone di 2 Stasiun Pompa

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 18-Ekbis-OPEC

    18-Ekbis-OPEC

    TEMPO.CO, New York - Harga minyak naik pada hari Rabu waktu setempat atau Kamis pagi WIB karena kekhawatiran investor terhadap pasokan global, mengimbangi peningkatan stok minyak mentah Amerika Serikat atau AS.

    BACA JUGA: Harga Minyak Terkerek Naik Pasca Serangan Terhadap Tripoli Libya

    Menurut Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat, persediaan minyak mentah komersial di negara itu naik tajam 5,4 juta barel minggu lalu. Pada pekan yang berakhir 10 Mei, persediaan mencapai 472 juta barel, sekitar dua persen di atas rata-rata lima tahun pada tahun ini.

    Namun investor global tetap cukup khawatir tentang serangan drone (pesawat tak berawak) di dua stasiun pompa pipa minyak Arab Saudi.

    BACA JUGA: Stok di AS Melimpah, Harga Minyak Asia Turun

    Menteri Energi Saudi Khalid Al-Falih mengutuk serangan itu sebagai "tindakan terorisme" dengan target mengacaukan pasokan minyak global dan pasokan energi internasional.
    Pipa Timur-Barat sepanjang 1.200 kilometer membawa minyak mentah dari ladang minyak utama Arab Saudi ke kota Pelabuhan Laut Merah Yanbu di barat.

    Harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik 0,24 dolar AS menjadi 62,02 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli naik 0,53 dolar menjadi ditutup pada 71,77 dolar per barel di London ICE Futures Exchange.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.