Sindir ESDM Soal PLTB Sidrap, Sri Mulyani: Dipamerin Terus

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali terpilih sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik tahun 2019. Penghargaan ini diraih Sri Mulyani untuk ketiga kalinya setelah tahun 2017 dan 2018 lalu. ANTARA/Wahyu Putro A

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali terpilih sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik tahun 2019. Penghargaan ini diraih Sri Mulyani untuk ketiga kalinya setelah tahun 2017 dan 2018 lalu. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyindir Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) soal energi terbarukan. Ia mengaku sering kali mendengar bagaimana Kementerian ESDM di berbagai acara sering memamerkan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu atau Angin (PLTB) di Sidrap, Sulawesi Selatan.

    Baca: Khawatir THR Telat Cair, Tjahjo Kumolo Surati Sri Mulyani

    "Itu dipamerin terus, padahal cuma berapa Megawatt (MW)," kata Sri Mulyani disambut tawa peserta kuliah umum di Ruangan Sarulla, Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Mei 2019.

    Pernyataan Sri Mulyani disampaikan saat memberikan kuliah umum di depan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar dan puluhan pegawai di kementerian tersebut. 

    Sri Mulyani juga mempertanyakan perkembangan jumlah pembangkit listrik yang telah dibangun. "Lalu pembangkit listrik, juga cuma segitu," katanya. Ia pun mengaku pernah menanyakan kapasitas pembangkit-pembangkit ini kepada pejabat Kementerian ESDM. Katanya cukup, bu. Ya cukup untuk bikin presentasi," kata Sri kembali menyindir jawaban tersebut.

    PLTB Sidrap seperti diketahui merupakan pembangkit listrik tenaga angin pertama dan terbesar yang ada di Indonesia. Presiden Joko Widodo atau Jokowi datang langsung meresmikan pembangkit ini pada 2 Juli 2018. Saat ini, pembangkit tersebut memiliki 30 turbin yang menghasilkan listrik hingga 75 MW.

    Sindiran Sri Mulyani ini disampaikan untuk memotivasi pegawai Kementerian ESDM agar tidak berpuas pada capaian saat ini. Pasalnya, kehadiran pembangkit listrik ini penting untuk mencapai target rasio elektrifikasi mencapai 100 persen.

    Dengan rasio elektrifikasi yang penuh ini, kata Sri Mulyani, maka efeknya akan terasa pada pertumbuhan ekonomi. Sebab, salah satu faktor pendorong tumbuhnya ekonomi adalah kehadiran Foreign Direct Investment (FDI) atau investasi asing di Indonesia. FDI dari investor asing bisa masuk dengan lancar ketika mereka mudah mendapatkan listrik untuk keperluan bisnis mereka.

    Baca: Jokowi Jengkel Perizinan Ruwet, Sri Mulyani Merespons Begini

    Kendati demikian, Kementerian ESDM memastikan bahwa pembangkit ini akan terus dikembangkan. "Kapasitas PLTB di Sidrap akan diekspansi menjadi 125-130 Megawatt," ujar Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan, Kementerian ESDM, Harris pada Sabtu, 23 Maret 2019. Ini juga merupakan upaya ESDM meningkatkan rasio elektrifikasi nasional yang pada akhir 2018 baru mencapai 98,3 persen.

    Simak berita lainnya terkait Sri Mulyani di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.