Lebaran 2019, Jawa Tengah Bakal Dipadati 8,4 Juta Pemudik

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik memadati pintu tol Cipali Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Selasa, 12 Juni 2018. Pada H-3 Lebaran, arus mudik di tol Cipali terpantau ramai lancar. ANTARA/Dedhez Anggara

    Kendaraan pemudik memadati pintu tol Cipali Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Selasa, 12 Juni 2018. Pada H-3 Lebaran, arus mudik di tol Cipali terpantau ramai lancar. ANTARA/Dedhez Anggara

    TEMPO.CO, Semarang - Pada Lebaran 2019 ini diperkirakan pemudik yang bakal memadati Jawa Tengah mencapai 8,4 juta orang. Jumlah tersebut naik 14-18 persen dibandingkan arus mudik tahun sebelumnya.

    Baca juga: Pengaturan Sistem One Way Tol Trans Jawa Saat Mudik 2019

    Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Satriyo Hidayat mengatakan, dari 8,4 juta pemudik tersebut, sebanyak 6,8 juta akan menggunakan jalur darat. Perinciannya, pemudik yang melintas melalui jalan tol  sebanyak 40 persen, lewat jalur Pantura 27 persen, dan sisanya melintas di jalur selatan dan lainnya.

    "Tahun ini diperkirakan mencapai 8,4 juta pemudik, naik sekitar 14 persen - 18 persen dibandingkan tahun 2018," ujar Satriyo, di Semarang, Rabu 15 Mei 2019.

    Satriyo memastikan, saat ini berbagai infrastruktur baik darat, udara dan laut telah siap digunakan untuk kelancaran dan keselamatan para pemudik. Untuk jalur darat, pihaknya akan terus bekerja maksimal apabila terjadi kemacetan panjang, dan khusus di jalur alternatif saat ini juga telah dilakukan penambahan rambu penunjuk arah. "Rambu sudah siap semua, yang kita tambahi nanti papan petunjuk arah di sejumlah jalur alternatif karena ada jalur-jalur alternatif yang baru," kata Satriyo.

    Menurut Satriyo, pemudik yang menggunakan angkutan udara akan menemui sejumlah kendala lantaran minimnya jumlah penerbangan yang ada. Gelagat ini sudah terlihat sejak dua bulan terakhir, di mana terjadi penurunan jumlah penerbangan yang mencapai 12 persen dibandingkan hari biasa. 

    "Ini keganggu juga yang biasanya mudik menggunakan pesawat mudah, sekarang jumlah penerbangan berkurang, sehingga ada penurunan dua bulan ini mencapai 12 persen dari biasanya," tutur Satriyo. 

    Baca: Begini Profil Jalan Tol Pandaan - Malang yang Diresmikan Jokowi

    Penurunan tersebut, kata Satriyo diakibatkan masih mahalnya tiket pesawat dan biaya pembelian avtur. Namun, pihaknya yakin dengan kebijakan Kementerian Perhubungan yang menurunkan tarif batas atas akan kembali meningkatkan minat masyarakat mudik dengan pesawat tersebut. 

    "Karena tiketnya mahal dan avtur. Mudah-mudahan kebijakan Kemenhub dengan adanya penurunan tarif atas sebesar 16 persen, yang tadinya Rp1 juta bisa, Rp850.000, bisa mengatasi," kata Satriyo.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.