Impor dari Cina Mencapai USD 14,3 Miliar, Tertinggi untuk April

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas dari BPOM memeriksa produk makanan import asal Cina saat razia makanan dan minuman di sejumlah pertokoan di Surabaya, Senin (08/02). Dalam razia tersebut, ditemukan sejumlah makanan dan minuman yang tak terdaftar. TEMPO/Fully Syafi

    Petugas dari BPOM memeriksa produk makanan import asal Cina saat razia makanan dan minuman di sejumlah pertokoan di Surabaya, Senin (08/02). Dalam razia tersebut, ditemukan sejumlah makanan dan minuman yang tak terdaftar. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat bahwa selama April 2019, ada 13 negara utama yang memberikan peranan 78,68 persen. Impor dari ketigabelas negara itu mencapai US$ 38.372,1 juta dari keseluruhan impor ke Indonesia. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan Cina masih menjadi negara asal impor terbesar.

    BACA: Harga Bawang Putih Melonjak, Produksi Minim atau Telat Impor?

    "Dengan peran 29,47 persen atau senilai US$ 14,3 miliar," kata Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019.

    Adapun, kata dia, total nilai impor nonmigas dari tiga belas negara selama April 2019 sebesar US$ 10,1 miliar. Suhariyanto mengatakan nilai itu naik US$ 879,5 juta atau 9,5 persen dibanding Maret 2019.

    "Kondisi tersebut disebabkan oleh naiknya nilai impor beberapa negara utama seperti Tiongkok US$ 737,2 juta atau sebesar 22,91 persen," kata Suhariyanto.

    Pada posisi tertinggi kedua impor nonmigas, yaitu dari Australia sebesar US$ 96,7 juta atau 29,91 persen dan Jepang US$ 32,5 juta atau 2,46 persen.

    Sementara, kata Suhariyanto, jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, impor Januari hingga April 2019 dari tiga belas negara utama turun 6,27 persen US$ 2,5 miliar. Menurut Suhariyanto, penurunan ini terutama disumbang oleh Singapura US$ 900,3 juta atau 27,77 persen, Jepang US$ 650,3 juta atau 10,89 persen,
    dan Amerika Serikat US$ 440,2 juta atau 14,33 persen.

    Baca: Mentan akan Blacklist Importir Bawang Putih yang Mainkan Harga

    "Dari sisi peranan terhadap total impor nonmigas Januari hingga April 2019, kelompok negara ASEAN merupakan penyumbang terbesar, yaitu 18,88 persen atau senilai US$ 9,2 miliar," ujar Suhariyanto. Kedua, kata dia, diikuti Uni Eropa 8,29 persen atau senilai US$ 4,04 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.