Bandara Soekarno-Hatta Segera Dilengkapi Sleeping Pods

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampakan hotel kapsul di Bandara Soekarno-Hatta. Fasilitas baru ini akan dibuka untuk umum pada 10 Agustus mendatang. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Penampakan hotel kapsul di Bandara Soekarno-Hatta. Fasilitas baru ini akan dibuka untuk umum pada 10 Agustus mendatang. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Tangerang-PT Angkasa Pura II (Persero) berencana melakukan terobosan dengan menghadirkan Sleeping Pods di Bandara Soekarno-Hatta. Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Soekarno-Hatta, Febri Toga Simpatupang, mengatakan gagasan menyiapkan tempat tidur umum dengan desain modern itu untuk mengakomodir kebutuhan perjalanan penumpang generasi milenial.

    BACA: Mulai 1 Mei, Pengantar Bebas Masuk Terminal 2 Bandara Soetta

    "Seperti diketahui 60 persen pengguna jasa di Bandara Soekarno-Hatta berasal dari kalangan generasi milenial. Kami menyadari kebutuhan para milenial, generasi ini sibuk," kata Febri dalam keterangan tertulis, Selasa 14 Mei 2019.

    Apalagi, kata Febri, para milenial senang dengan beristirahat di lokasi yang dekat, terjangkau dan dengan kesan moderen.

    Rencananya, manajemen Bandara Soekarno-Hatta akan menempatkan Sleeping Pods ini di titik yang dapat meningkatkan produktivitas, seperti di boarding lounge serta kemungkinan di area lain. Area yang akan dilengkapi sleeping pods ini termasuk juga Hotel Kapsul atau Digital Airport Hotel.

    Sleeping Pods yang akan dihadirkan di hadirkan nantinya menawarkan ruang tidur yang dipenuhi dengan fitur-fitur yang menarik dan canggih. Dilengkapi dengan meja lipat, lampu LED dengan perubahan warna cahaya memberikan pencahayaan sesuai dengan suasana hati, sofa yang bisa di atur secara otomatis menjadi tempat tidur, serta desainnya yang modern.

    BACA JUGA: AP II Prediksi Jumlah Penumpang Pesawat Mudik 2019 Turun

    Generasi milenial, kata Febri, dapat membayar layanan stasiun untuk beristirahat ini secara individual dengan menghemat uang. "Sempurna untuk situasi yang sedang singgah, sebab memberikan kenyamanan dan kemudahan,” ujar Febri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.