Menteri Basuki: Ibu Kota Baru Bisa Jadi Kota Mati, Kalau...

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri) memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 29 April 2019. Ratas itu membahas tindak lanjut rencana pemindahan ibu kota. ANTARA

    Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri) memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 29 April 2019. Ratas itu membahas tindak lanjut rencana pemindahan ibu kota. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan meskipun ibu kota baru hanya menjadi pusat pemerintahan, infrastruktur pendukung perekonomian harus tetap dibangun di sana.

    BACA: Pemindahan Ibu Kota, Jokowi Komitmen Bangun Kota Ramah Lingkungan

    "Ibu kota ini adalah ibu kota pemerintahan, jadi eksekutif, legislatif, yudikatif, pasti harus pindah. Tapi dia tidak bisa sendirian. Kalau hanya ini saja yang dipindah, nanti akan jadi kota mati," ujar Basuki di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa, 14 Mei 2019.

    Menurut Basuki, ibu kota baru itu pasti akan ramai aktivitas pada hari kerja. Namun, bagaimana kondisi kota pada akhir pekan atau hari libur? "Iya kalau pada di sana, kalau enggak? Jadi harus ada ikutannya (infrastruktur perekonomian)."

    Basuki mengatakan, nantinya kegiatan ekonomi di ibu kota anyar itu tak bakal sebesar di Jakarta. Namun, beberapa hal yang mungkin disediakan di sana misalnya gedung pertemuan, dan hotel MICE (meetings, incentives, conventions and exhibitions).

    Saat ini, Basuki masih akan mengumpulkan sejumlah kalangan untuk mendesain bentuk ibu kota anyar. Selain arsitek, ia berujar para seniman juga dilibatkan dalam perancangan. "Nanti mungkin akan kami bikin workshop berantai dari segi perencanaan, masterplan, hingga detailed designnya," ujarnya.

    Adapun kota itu nantinya, kata Basuki, bisa saja menganut konsep kota hijau, kota pintar atau kota kompak. Pasalnya, ibukota ini memang adalah kota baru. Kegiatan itu akan intensif pada 2020.

    BACA JUGA: OLX: Pencarian Rumah di Palangkaraya Naik 5 Kali, Sejak..

    Kementerian PUPR sebenarnya sudah mulai menyiapkan konsep desain dari ibu kota anyar itu sejak 1,5 tahun silam. "Tapi itu masih belum local wise, di mana ditaruhnya, nanti lokasi di mana, harus ada detailed design-nya," ujar Basuki.

    Dalam menggarap konsep desain, Basuki sebelumnya memberdayakan satu tim arsitek yang berisi sekitar 7 orang. Berikutnya, dalam membuat konsep lebih terperinci, ia akan meminta dukungan dari Ikatan Arsitek Indonesia.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.