Rupiah Bakal Makin Loyo Terimbas Sentimen Perang Dagang AS-Cina

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menjual mata uang dolar di money changer kawasan Kwitang, Jakarta, 25 Agustus 2015. Mata uang rupiah pada transaksi hari ini, Selasa 25 Agustus 2015, semakin tertekan terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat di level Rp14.060 per Dolar AS. TEMPO/Subekti

    Warga menjual mata uang dolar di money changer kawasan Kwitang, Jakarta, 25 Agustus 2015. Mata uang rupiah pada transaksi hari ini, Selasa 25 Agustus 2015, semakin tertekan terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat di level Rp14.060 per Dolar AS. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan kurs rupiah masih akan bergerak melemah pada hari ini. Dia mengatakan pelemahan ini sejalan dengan kekhawatiran eskalasi perang dagang Pemerintah Amerika Serikat (AS) dengan Pemerintah Cina.

    Baca: Pengamat Sebut Rupiah Melemah karena Faktor Eksternal

    "Sentimennya terutama masih dari kekhawatiran pasar terhadap eskalasi perang dagang AS dan Cina. Apalagi minggu ini masih ada agenda pertemuan antara kedua kubu untuk membahas tarif dagang," kata Reny ketika dihubungi Tempo, Selasa, 14 Mei 2019.

    Reny memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak melemah ke kisaran Rp 14.382 - 14.485 per dolar AS. Pelemahan ini juga didorong antisipasi pasar terhadap data neraca perdagangan April 2019 yang diperkirakan juga masih akan defisit.

    Kendati demikian, Reny melihat pelemahan ini hanya terjadi sementara atau temporary shock. Hal ini karena bertepatan dengan tensi perang dagang dan dividen payment period. Ia menilai kondisi fundmental ekonomi domestik masih baik.

    Adapun, perang dagang atau perang tarif impor AS dengan Cina terus memanas. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan bakal menaikkan tarif impor dari Cina untuk seluruh produk dari 10 persen menjadi 25 persen senilai US$ 200 miliar. Aksi ini kemudian dibalas oleh rencana Pemerintah Cina dengan juga menaikkan tarif impor dari AS senilai US$ 60 miliar.

    Langkah ini menimbulkan reaksi dari Presiden Trump. Melalui akun twitter miliknya @realDonaldTrump tadi malam, waktu Indonesia, dia mengatakan bahwa perang ini bakal menguntungkan AS. Dalam twitnya, Trump bahkan secara terbuka kepada Presiden Xi Jinping mengatakan bahwa jika kesepakatan tidak terjadi maka hal ini bakal melukai Cina.

    Baca: Awal Puasa, Rupiah dan Mata Uang Asia Lainnya Melemah

    Sementara itu, pada pembukaan perdagangan hari ini di pasar spot, rupiah tercatat telah melemah sebanyak 0,17 persen ke level Rp Rp 14.440 per dolar AS Sedangkan dalam Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, rupiah diperdagangkan pada level Rp 14.362 per dolar AS pada Senin, 13 Mei 2019. Level ini menjadi yang tertinggi sepanjang bulan Mei.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perolehan Kursi DPR Pemilu 2019, Golkar dan Gerinda di Bawah PDIP

    Meski rekapitulasi perolehan suara Golkar di Pileg DPR 2019 di urutan ketiga setelah PDIP dan Gerindra, namun perolehan kursi Golkar di atas Gerindra.