Harga Bawang Putih Masih Mahal, Kemendag: Pedagang Jual Stok Lama

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang bawang putih. TEMPO/Imam Sukamto

    Pedagang bawang putih. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Masuknya bawang putih impor tidak serta merta menambah pasokan dan menurunkan harga komoditas itu. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti menduga hal tersebut terjadi karena masih banyak pedagang di tingkat eceran masih menjual stok lama bawang putih yang dimilikinya terlebih dulu.

    Baca: H+4 Ramadan, Harga Bawang Putih Masih Rp 70 Ribu per Kilo

    Tjahya menjelaskan, bawang putih impor yang izin impornya diterbitkan bulan lalu sudah mulai masuk ke dalam negeri. "Namun, di tingkat pasar tradisional memang harganya masih fluktuatif sekali sebab stok di beberapa penjual eceran masih berasal dari stok lama yang harganya memang sangat tinggi,” katanya, Jumat, 10 Mei 2019.

    Hal tersebut terjadi, menurut Tjahya, karena rantai distribusi yang panjang di pasar tradisional membuat harga bawang putih masih berada di level tinggi. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) harga rata-rata bawang putih di pasar tradisional secara nasional pada Jumat pekan lalu mencapai Rp 57.650 per kilogram atau turun dari capaian tertinggi pada tahun ini yang sempat menembus Rp 64.050 per kilogram pada 6 Mei.

    Tjahya mengatakan, pemerintah masih memberi kesempatan kepada para pedagang di pasar tradisional untuk menjual harga bawang putih di atas harga acuan bawang putih. Harga acuan tersebut ditetapkan Kemendag sebesar Rp 32.000 per kilogram hingga awal pekan depan. Kebijakan itu untuk memberi toleransi kepada para pedagang menghabiskan stok lama bawang putihnya agar pedagang tidak mengalami kerugian.

    Sementara itu, Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia Abdullah Mansuri mengaku target pemerintah untuk menurunkan harga bawang putih di pasar tradisional ke level Rp 32.000 per kilogram cukup sulit direalisasikan. Pasalnya, belum semua pasar tradisional mendapatkan jaminan pasokan dan harga bawang putih dengan harga yang rendah.

    Mansuri menyebutkan proses distribusi bawang putih di pasar tradisional itu sangat panjang. Tidak bisa seketika harga langsung turun drastis meskipun bawang putih dari impor yang baru sudah masuk. "Lagi pula, dengan volume bawang putih yang masuk dari impor tahun ini, yang baru mencapai 8.265 ton, tidak akan berpengaruh signfifikan untuk menekan harga di pedagang,” katanya.

    Baca: Harga Bawang Putih di Bangka Belitung Tembus Rp 100 Ribu per Kg

    Lebih jauh, menurut Mansuri, jika pemerintah memaksakan harga bawang putih turun terlalu cepat, para pedagang akan rugi. Pasalnya, selama 2 bulan terakhir, mereka telah mengalami tekanan yang besar dari harga bawang putih yang terus melonjak sehingga berpengaruh pada turunnya minat belanja masyarakat pada komoditas tersebut.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.