Besok, Jokowi Akan Resmikan Tol Pandaan - Malang

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo membubuhkan tanda tangan ketika meresmikan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni - Terbanggi Besar di Gerbang Tol Natar, Lampung Selatan, Lampung, Jumat 8 Maret 2019. Presiden meresmikan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni - Terbanggi Tinggi Besar sepanjang 140,9 km dalam rangka konektivitas dan percepatan jalur distribusi dari Pulau Jawa ke Sumatera atau sebaliknya. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Presiden Joko Widodo membubuhkan tanda tangan ketika meresmikan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni - Terbanggi Besar di Gerbang Tol Natar, Lampung Selatan, Lampung, Jumat 8 Maret 2019. Presiden meresmikan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni - Terbanggi Tinggi Besar sepanjang 140,9 km dalam rangka konektivitas dan percepatan jalur distribusi dari Pulau Jawa ke Sumatera atau sebaliknya. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Malang - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dijadwalkan akan meresmikan operasionalisasi Tol Pandaan - Malang pada esok hari, Senin, 13 Mei 2019. Presiden Jokowi akan didampingi sejumlah menteri dan pejabat terkait dalam meresmikan ruas tol tersebut. 

    Baca: Jokowi: 5 Tahun ke Depan Saya Sudah Tidak Ada Beban

    Ruas sepanjang 31 kilometer dari 38 kilometer total panjang Tol Pandaan - Malang itu akan beroperasi lebih dahulu mulai besok. Adapun tiga dari lima seksi ruas Tol Pandaan - Malang yang akan resmi dioperasikan.

    Ketiga seksi ruas tol itu mencakup seksi 1 Pandaan-Purwodadi sepanjang 15,5 kilometer, seksi 2 Purwodadi-Lawang sepanjang 8 kilometer dan seksi 3 Lawang-Singosari sepanjang 7,1 kilometer. Sisanya, sepanjang 7 kilometer terbagi dua seksi. Kedua seksi itu adalah seksi 4 dan 5 yang menghubungkan Singosari-Pakis-Kota Malang, segera menyusul beroperasi. 

    “Untuk seksi 4, sudah 87 persen dan Juni nanti selesai (100 persen). Sedangkan seksi 5, November akan tuntas,” ungkap Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto di Malang, Ahad, 12 Mei 2019.

    Sugiyartanto menyebutkan selama musim mudik dan arus balik Lebaran, masyarakat bisa menggunakan ruas tol tersebut secara gratis. Hanya saja, pengoperasian tol akan digunakan untuk satu arah. “Untuk buka tutup. Bisa saja nanti dua arah, itu tergantung Ditlantas yang ada di lapangan nanti,” ujarnya.

    Untuk pengoperasian selama mudik, para pengguna tol bisa memanfaatkan gerbang keluar Singosari dan Pakis. Pemanfaatan tol ini pun diyakini memangkas waktu tempuh dari Surabaya menuju Malang.

    Di sisi lain, pembangunan jalan tol ini pun telah memperhitungkan kepadatan lalu lintas Kota Malang, karena itu terdapat konstruksi berupa underpass di Karanglo. Terowongan ini akan menghindari jalur jalan tol dari  kepadatan perempatan menuju Kota Malang.

    Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Desi Aryyani mengungkapkan pembangunan terowongan jalan umum itu merupakan konstruksi tambahan. Secara khusus, terowongan tersebut dijamin tidak terancam banjir. “Karena kami melengkapi dengan pompa air, serta jalur drainasse yang langsung mengalir ke sungai, di mana elevasi sungai lebih rendah,” katanya.

    Terkait penuntasan tol, Desi mengatakan seksi 5 sedikit mundur karena terhalang penemuan situs kuno pada saat penggalian tanah. “Karena itu kami bergeser 16 meter dari titik sebelah timur,” tuturnya.

    Baca: Menteri Susi: Selain Presiden Jokowi, Tidak Akan Saya Dengar

    PT Jasa Marga (Persero) Tbk. melalui anak usaha PT Jasamarga Pandaan Malang memegang konsesi jalan tol Pandaan-Malang. Secara keseluruhan, investasi pembangunan jalan tol Pandaan - Malang mencapai Rp 5,9 triliun dengan nilai konstruksi Rp 3,7 triliun.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wacana Liberalisasi Penerbangan, Pemerintah Undang Maskapai Asing

    Pemerintah membuka wacana liberalisasi penerbangan dengan mengundang maskapai asing untuk mengoperasikan rute domestik demi memperketat kompetisi.