Mudik Lebaran, Khofifah Minta Masjid dan Musala Jadi Rest Area

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menggelar rapat koordinasi angkutan Lebaran 2019 bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri Kesehatan Nila Moelek, Kabag Operasi Korlantas Kombes Pol Benyamin, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi di Gedung Negara Granadi, Surabaya, Minggu, 12 Mei 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menggelar rapat koordinasi angkutan Lebaran 2019 bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri Kesehatan Nila Moelek, Kabag Operasi Korlantas Kombes Pol Benyamin, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi di Gedung Negara Granadi, Surabaya, Minggu, 12 Mei 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Surabaya - Saat penyelenggaraan mudik Lebaran 2019 berlangsung, Gubernur Jawa Timur Khofifah Khofifah Indar Parawansa meminta masjid dan musala di daerahnya dapat dimanfaatkan menjadi rest area. Khofifah mengatakan upaya ini digencarkan untuk menampung pemudik yang membutuhkan waktu rehat saat melakoni perjalanan panjang. 

    Baca: Menteri PUPR Minta Perbaikan Jalan di Palembang - Jambi Dikebut

    "Di sana, pemudik dapat salat, mandi, dan istirahat sejenak," ujar Khofifah dalam rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran bersama Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kesehatan pada Ahad, 12 Mei 2019, di Gedung Negara Granadi, Surabaya. 

    Selama ini, rest area yang tersedia di jalan-jalan negara dan jalur arteri kerap menumpuk. Volume pengunjung membludak pada jam-jam tertentu, seperti jam waktu salat. Tak ayal, rest area juga menjadi salah satu penyumbang kemacetan. 

    Untuk menarik pemudik singgah di musala dan masjid sebagai tempat istirahat, Khofifah meminta sejumlah stakeholders membuka posko-posko mudiknya. Salah satunya ialah posko kesehatan. Di posko kesehatan itu, pemudik dapat memeriksakan kondisi fisiknya setelah melakoni perjalanan yang menguras tenaga sembari rehat. 

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendukung rencana Khofifah. Ia memastikan bakal berkoordinasi dengan pihak berwenang, seperti Korlantas, untuk mendorong pemudik keluar dari rest area dan menyambangi kota-kota sekitar. 

    "Selain mengurai kemacetan di sekitar rest area, pergerakan pemudik keluar dari jalan tol akan meningkatkan perekonomian daerah setempat karena mereka akan makan dan singgah di sana," ucapnya di tempat yang sama. 

    Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan sebelumnya memperkirakan, jumlah pemudik menuju Surabaya dari Jabodetabek tahun ini sebanyak 1,6 juta orang. Jumlah ini setara dengan 11,4 persen total pemudik. 

    Adapun jumlah pemudik tahun ini diperkirakan sebanyak 14, 9 juta orang. Menurut sigi Balitbang Kemenhub, 40 persen pemudik yang akan pulang kampung melalui jalur darat bakal memanfaatkan jalur tol anyar, yakni Tol Trans Jawa.

    Baca: Puncak Mudik, Ruas CIkarang Utama-Brebes Satu Arah Selama 24 Jam

    Tol ini membentang antara Merak hingga Pasuruan dan di antaranya bakal melewati Serang, Jakarta-Bogor-Ciawi, Palimanan, Brebes, Pemalang, Batang, Semarang, Salatiga, Solo, Ngawi, Mojokerto, dan Surabaya. 

    Simak berita lainnya terkait mudik di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.