Menhub Siapkan 3 Strategi agar Arus Mudik Jalur Laut Lancar

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kanan) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri), Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir (kedua kanan), Kepala Basarnas, Marsekal Madya (TNI) Bagus Puruhito (kanan), Dirut PT ASDP Ira Puspadewi (ketiga kanan) memberi keterangan kepada awak media di saat meninjau Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu 11 Mei 2019. ANTARA FOTO/Dziki Oktomauliyadi

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kanan) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri), Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir (kedua kanan), Kepala Basarnas, Marsekal Madya (TNI) Bagus Puruhito (kanan), Dirut PT ASDP Ira Puspadewi (ketiga kanan) memberi keterangan kepada awak media di saat meninjau Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu 11 Mei 2019. ANTARA FOTO/Dziki Oktomauliyadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan telah menyiapkan tiga strategi untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2019, khususnya pada moda transportasi penyeberangan. Hal itu disampaikan Budi Karya usai melakukan Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran di Dermaga Executive Pelabuhan Merak, Sabtu 11 Mei 2019.

    BACA: AP II Prediksi Jumlah Penumpang Pesawat Mudik 2019 Turun

    Budi Karya menjelaskan, strategi pertama yang telah disiapkan Kementerian Perhubungan adalah dengan memanfaatkan kapal milik TNI AL untuk mengangkut kendaran yang membawa sembako atau kendaraan pribadi dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Panjang di Lampung. Hal ini dilakukan untuk mengurangi beban pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni.

    "Kami akan meningkatkan kapal-kapal dari Tanjung Priok menuju Pelabuhan Panjang dan di sana kemungkinan akan mendapat bantuan dari TNI AL. Saya tadi menghubungi Panglima TNI mudah-mudahan nanti TNI AL bisa membantu, jadi truk-truk tertentu tidak usah lewat Pelabuhan Merak tapi langsung dari Pelabuhan Tanjung Priok,” kata Budi Karya dalam keterangan tertulis yang diterim Tempo, Sabtu, 11 Mei 2019.

    BACA: Sambut Lebaran 2019, Pertamina Malang Tambah Pasokan BBM

    Budi Karya mengatakan, strategi kedua dengan cara mengoptimalkan pelabuhan-pelabuhan di sekitar Pelabuhan Merak saat arus mudik. Sedangkan yang ketiga adalah dengan mengoperasikan kapal-kapal berukuran besar dan cepat terutama saat puncak arus mudik.

    Selain itu, Kementerian Perhubungan juga memiliki strategi lewat pemberian diskon atau tarif khusus bagi pemudik yang menyeberang di luar puncak waktu penyeberangan seperti saat siang hari. Pemberlakuan tarif khusus ini diharapkan dapat menarik minat pemudik untuk menyeberang di luar jam-jam sibuk sehingga dapat mengurai kepadatan di jam-jam tertentu.

    Lebih lanjut, Budi Karya mengatakan saat ini operator penyeberangan kapal, PT ASDP juga telah menerapkan sistem online ticketing bagi masyarakat yang akan membeli tiket. Dengan cara ini, diharapkan masyarakat bisa lebih leluasa mengatur pola keberangkatan ke pelabuhan sehingga tidak perlu antre.

    “Online (pemesanan tiket kapal penyeberangan) sudah ada. Dengan memesan online akan memudahkan operator pelabuhan memprediksi jam puncak itu, dimana pengalaman tahun lalu belum efektif,” kata Budi Karya.

    Dalam kesempatan itu, Budi Karya juga telah meminta pada operator penyeberangan kapal untuk memastikan standar keselamatan penumpang dengan menyediakan pelampung atau life jacket di dalam kapal. Budi Karya juga memastikan kesiapan Pelabuhan Merak tahun lebih baik dengan persiapan yang lebih matang.

    Baca berita tentang Arus Mudik lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.