BI Malang Siapkan Uang Rp 4,7 T Selama Ramadan dan Lebaran 2019

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kurs rupiah dan mata uang Indonesia. Getty Images

    Ilustrasi kurs rupiah dan mata uang Indonesia. Getty Images

    TEMPO.CO, Malang -Kebutuhan uang kartal di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang selama masa Ramadan dan Idul Fitri 2019 diperkirakan mencapai Rp 4,7 triliun atau naik 20 persen dari periode serupa tahun lalu yang sebesar Rp 3,9 triliun.

    BACA: BI Siapkan 2.900 Titik Penukaran Uang Lebaran 2019

    Wilayah kerja BI Malang mencakup Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, dan Kota Probolinggo.

    Kepala Perwakilan BI Malang Azka Subhan mengatakan, uang kartal hampir Rp 5 triliun itu disiapkan untuk melayani transaksi penarikan tunai melalui kantor layanan maupun anjungan tunai mandiri atau ATM perbankan (bank umum dan bank perkreditan rakyat/BPR), serta melalui pelayanan kas keliling. Sesuai tradisinya, pelepasan mobil-mobil kas keliling akan dilakukan di lapangan parkir BI Malang pada Minggu pagi, 26 Mei 2019.

    “Kami bekerja sama dengan perbankan untuk melayani penukaran uang pecahan kecil di pusat keramaian maupun di kantor bank yang telah bekerja sama dengan kami,” kata Azka, Jumat, 10 Mei 2019.

    BACA: Ramadan, BI Siapkan Rp 5,7 Triliun Uang Tunai di Sulawesi Selatan

    Menurut Azka, pelayanan serentak penukaran uang dilakukan di 72 titik gerai bank umum dan 49 titik gerai BPR di wilayah kerja BI Malang selama delapan hari sejak 26 Mei hingga 2 Juni. Mobil kas keliling milik BI sendiri akan ditempatkan di halaman Gedung Kartini yang bersebelahan dengan Stadion Gajayana di Jalan Tangkuban Perahu.

    Khusus titik-titik strategis di Malang, Batu, Pasuruan dan Probolinggo, pelayanan menggunakan 13 mobil kas keliling. Ketiga belas mobil ini mencakup satu unit mobil kas keliling milik BI Malang dan 12 mobil milik bank umum, yakni BNI, BCA, BTN, CIMB Niaga, Permata Bank, Bank Muamalat, BPD Jatim, BPD Jatim Syariah, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, BRI, dan BRI Syariah.

    Penyediaan uang kartal Rp 4,7 triliun disesuaikan dengan estimasi kenaikan jumlah kebutuhan uang selama Ramadan dan Lebaran, yang rata-rata naik 20 persen dari tahun sebelumnya. Kenaikan jumlah uang kartal dipengaruhi beberapa faktor; antara lain pembayaran gaji ke-13 dan 14 pagi aparatur sipil negara, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Republik Indonesia.

    Biasanya, kebutuhan uang tunai didominasi untuk pembayaran tunjangan hari raya pekerja swasta, terutama pekerja pabrik.

    Selebihnya Azka mengingatkan masyarakat agar menukarkan uang di tempat penukaran resmi yang sudah ditentukan BI Malang sehingga masyarakat bisa terhindar dari kemungkinan menerima uang palsu. Masyarakat juga diminta untuk lebih cermat dan teliti memperhatikan ciri keaslian ruang yang diterima.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.