AS Naikkan Tarif Impor Jadi 25 Persen, Indonesia Terkena Dampak?

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perkonomian Darmin Nasution memberikan keterangan kepada wartawan usai melantik tiga pejabat baru BP Batam di kantornya, Jakarta Pusat, Senin 7 Januari 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Menteri Koordinator Bidang Perkonomian Darmin Nasution memberikan keterangan kepada wartawan usai melantik tiga pejabat baru BP Batam di kantornya, Jakarta Pusat, Senin 7 Januari 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menilai keputusan AS menaikkan tarif impor 25 persen terhadap barang-barang asal Cina bisa saja turut berpengaruh ke Indonesia.

    BACA: Perang Dagang, Cina Siap Balas Kenaikan Tarif 25 Persen Trump

    Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan dengan makin memanasnya hubungan AS-Cina, maka dipastikan akan berdampak pada penurunan perekonomian kedua negara. Selain itu, pada akhirnya, kondisi tersebut dapat menimbulkan multiplier effect bagi negara-negara lain yang menjadi mitra dagang kedua negara.

    "Ya tentu saja bisa berpengaruh ke kita kalau ditanya ada pengaruhnya atau tidak. Tapi kan kita belum bisa hitung. Kita ini juga belum tahu lagi sikap Trump selanjutnya, yang dikenal suka berganti-ganti," ujarnya di kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, Jakarta, Jumat, 10 Mei 2019.

    BACA: Trump Sebut Bakal Naikkan Tarif Impor dari Cina Jadi 25 Persen

    Darmin menyatakan apabila perang dagang AS-Cina terus berlanjut, maka dipastikan perekonomian Cina akan semakin melambat. Hal itu otomatis dapat berimbas kepada penurunan ekspor dari Indonesia ke China, seiring bakal menurunnya permintaan dari China.

    "Biasanya, langkah AS itu juga akan dibalas oleh China. Jadi, walaupun kita tidak ikut perang dagang, tapi pasti bakal terkena imbasnya, neraca dagang kita pasti menurun," tuturnya.

    Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) tersebut berharap perang dagang ini dapat segera mereda dan berakhir. Pasalnya, lanjut Darmin, sebenarnya kedua negara juga telah memperhitungkan untung ruginya masing-masing, sejak memulai perang dagang. "Pasti dua-duanya akan rugi, tapi orang lain juga ikut dibuat rugi gara-gara mereka," imbuhnya.

    Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump resmi memberlakukan kenaikan tarif impor dari 10 persen menjadi 25 persen terhadap produk-produk dari Negeri Panda senilai US$200 miliar. Tarif baru itu dikenakan pada lebih dari 5.700 kategori produk yang berbeda asal Cina, mulai dari sayur-sayuran olahan hingga lampu Natal dan kursi tinggi untuk bayi.

    Namun, tarif impor itu tidak akan berlaku untuk barang-barang yang sudah berada di kapal menuju pantai AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.