BBPOM Denpasar Musnahkan Ribuan Obat dan Kosmetik Ilegal

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi dan Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya menunjukkan barang bukti saat ungkap kasus kosmetik ilegal di Polda Jawa Timur, Surabaya, Selasa, 4 Desember 2018. Tersangka berinisial KIL ditangkap atas kasus dugaan memproduksi kosmetik kecantikan dengan cara mengemas ulang produk kosmetik merk terkenal dan melabelinya dengan merk DSC Beauty.  ANTARA/Didik Suhartono

    Polisi dan Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya menunjukkan barang bukti saat ungkap kasus kosmetik ilegal di Polda Jawa Timur, Surabaya, Selasa, 4 Desember 2018. Tersangka berinisial KIL ditangkap atas kasus dugaan memproduksi kosmetik kecantikan dengan cara mengemas ulang produk kosmetik merk terkenal dan melabelinya dengan merk DSC Beauty. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Denpasar -Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan atau BBPOM Denpasar memusnahkan ribuan obat dan kosmetik ilegal secara simbolis dengan langsung dibakar di halaman kantor BBPOM setempat, Kamis, 9 Mei 2019.

    BACA: Tertipu Kosmetik Ilegal, Via Vallen Kapok Terima Endorse

    Pemusnahan dilakukan dengan menyediakan tiga tempat yang berisikan sampel berupa obat dan kosmetik dengan kandungan berbahaya, lalu dibakar. Sisanya akan dimusnahkan melalui proses penggilasan dan dimasukkan ke dalam insinerator di PT Putra Restu Ibu Abadi, Kecamatan Jetis, Mojokerto, Jawa Timur.

    "BBPOM Denpasar akan mengutus saksi untuk dapat mengawasi proses pemusnahan itu," kata Kepala BBPOM Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni.

    BACA: BPOM Makassar: Kosmetik Ilegal yang Disita Senilai Rp 338 Juta

    Pengalihan tempat pemusnahan yang dulunya bertempat di Tempat Pembuangan Akhir Suwung, Denpasar, untuk meminimalkan pencemaran udara dan lingkungan. Terkait hasil operasi, ia menjelaskan hasil operasi paling banyak dari produk kosmetik yaitu 1.496 item pada Juli 2017-2018.

    "Paling banyak kosmetik kita temukan di pasar, berupa krim pagi dan krim malam, lalu obat-obat tanpa resep dokter juga ada di warung-warung kecil," katanya.

    Secara rinci, hasil operasi Tahun 2016 hingga Juni 2017 adalah obat keras ilegal (19.309 item), makanan tanpa izin edar (3.276), kosmetik TIE dan memiliki kandungan berbahaya (20.709), obat tradisional TIE dan mengandung bahan kimia (10.436), serta suplemen kesehatan (47), dengan total harga yang di perkirakan mencapai Rp 823.351.242.

    Selain itu, hasil operasi pada bulan Juli 2017 hingga 2018 memperoleh temuan berupa obat keras (29.139 item), makanan TIE (941), kosmetik dengan bahan berbahaya (28.059), obat tradisional (5.937), serta suplemen kesehatan (829), dengan total harga yang di perkirakan mencapai Rp1.269.378.600.

    "Ke depan, konsumen perlu edukasi dari pemerintah agar tidak mudah tergiur iklan," katanya.

    Baca berita tentang Kosmetik Ilegal lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.