Gubernur Kaltim Sebut Wilayahnya Siap Jadi Ibu Kota Baru

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capren nomor urut 01, Joko Widodo alias Jokowi tiba di kawasan Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta, Kamis, 18 April 2019. Presiden mengundang ketua umum partai koalisi untuk membicarakan hasil penghitungan cepat quickcount. TEMPO/Subekti.

    Capren nomor urut 01, Joko Widodo alias Jokowi tiba di kawasan Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta, Kamis, 18 April 2019. Presiden mengundang ketua umum partai koalisi untuk membicarakan hasil penghitungan cepat quickcount. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor menyambut positif rencana pemindahan ibu kota Indonesia ke luar Pulau Jawa. Salah satu kandidat kuat ibu kota baru adalah Kalimantan Timur.

    Baca: Jokowi: Luas Lahan Gunung Mas Paling Siap Jadi Ibu Kota Baru

    Isran menilai tidak ada potensi konflik antar masyarakat di daerah yang Ia pimpin saat ini. "Enggak ada itu, enggak ada masalah kok di sana. orang Kalimantan itu berbagai suku bangsa ada di sana jadi enggak mungkin lah yang namanya ada konflik," kata dia saat ditemui dalam acara Musrenbang 2018 di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Mei 2019.

    Isran juga menyebut bahwa Kalimantan Timur dan daerah lain Kalimantan, di sisi lain lebih aman dari bencana alam karena tidak berada di ring of fire atau titik rangkaian gunung berapi seperti Sumatera dan Jawa. "Itu penting, kalau di Jawa kan pasti, Sumatera juga, Kalimantan kan enggak ada," kata dia.

    Isran menyebut bahwa di Kalimantan Timur, ada sejumlah kawasan yang ideal, terutama dari sisi ketinggian permukaan air dan tidak adanya lahan gambut. "Itu ideal menurut perhitungan ahli-ahli teknis dan topografi," ujarnya.

    Terlebih, saat ini sudah ada beberapa fasilitas mendukung ibu kota baru nantinya, seperti jalan tol yang sekarang dibangun dan akan selesai akhir 2019. Lalu, ada juga dua bandara yang berdekatan, yaitu di Samarinda dan Balikpapan. "Keduanya bandara internasional yang bisa memudahkan dalam rangka transportasi dan komunikasi," ujar Isran.

    Dalam beberapa hari terakhir, Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan untuk mencari lokasi pemindahan ibu kota. Pada Selasa, 7 Mei 2019, Jokowi mendatangi Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

    Jokowi menilai kondisi infrastruktur di Kalimantan Timur mendukung untuk pemindahan Ibu Kota Negara RI. Namun, apakah ini akan menjadi pilihan masih perlu kajian mendalam yang meliputi berbagai aspek di antaranya sarana infrastruktur.

    Selain ke Kalimantan Timur, Jokowi juga mengunjungi Kalimantan Tengah. "Saya ini ke lapangan hanya satu, mencari feeling-nya atau perasaannya saja dulu," kata Jokowi didampingi Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dan pihak terkait lainnya di Bukit Nyuling, Kelurahan Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, Rabu, 8 Mei 2019.

    Jokowi mengunjungi wilayah Gunung Mas yang disebut sebagai salah satu kandidat pemindahan ibu kota baru. Untuk wilayah Gunung Mas, Jokowi menyebut bebas dari banjir maupun gempa, tapi kesiapan infrastruktur harus dimulai dari nol.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.