IPC Teken Perpanjangan Kerja Sama dengan Pelabuhan Guangzhou

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana penurunan kontainer dari kapal Kota Restu Singapore di New Priok Container Terminal 1 (NPCT-1) Tanjung Priok, Jakarta, Rabu, 31 Oktober 2018. NPCT-1, yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, memiliki luas 32 hektare. TEMPO/Amston Probel

    Suasana penurunan kontainer dari kapal Kota Restu Singapore di New Priok Container Terminal 1 (NPCT-1) Tanjung Priok, Jakarta, Rabu, 31 Oktober 2018. NPCT-1, yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, memiliki luas 32 hektare. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC memperpanjang kerja sama Program Sister Port dengan Otoritas Pelabuhan Guangzhou di Provinsi Guangdong, China untuk merespons meningkatnya trafik perdagangan global. "Lewat kerja sama ini kami berbagi pengalaman dan keahlian di bidang manajemen dan operasi kepelabuhanan," kata Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 9 Mei 2019.

    Baca juga: Pelindo I dan II Jajaki Perusahaan Patungan

    Penandatanganan MoU dilakukan di sela-sela Konferensi Pelabuhan Dunia 2019 di Guangzhou (International Association of Ports & Harbors / IAPH- Guangzhou 2019 World Ports Conference). Pada kegiatan tersebut IPC juga menjajaki kerja sama dengan Pelabuhan Sabah, Malaysia.

    Elvyn mengatakan bahwa kerja sama regional dan global sudah menjadi tuntutan di tengah meningkatnya trafik pelayaran antarbenua. Mengutip laporan Badan Perdagangan, Investasi dan Pembangunan PBB (Review of Maritime Transport UNCTAD, 2018) volume perdagangan global terus naik dengan pertumbuhan rata-rata 3,8 persen per tahun, hingga 2023.

    Pada 2017, volume perdagangan global mencapai 10,7 miliar ton, tumbuh empat persen. Arus peti kemas global mencapai 752 juta TEUs, atau naik enam persen. Dari kenaikan itu, pertumbuhan tertinggi terjadi di Asia, yang mencapai 64 persen.

    "Ini adalah potensi yang sangat bagus. IPC dan Pelabuhan Guangzhou sepakat berinvestasi dan bekerja sama memanfaatkan potensi tersebut," jelas Elvyn.

    Pada ajang Konferensi IAPH 2019 itu, Elvyn memaparkan peluang baru pelabuhan, terkait Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt & Road Initiative) yang digagas China, sebagai upaya memperkuat kerja sama perdagangan antar negara di Asia dan Eropa melalui jalur sutra maritim.

    IPC telah mempersiapkan Tanjung Priok agar bisa menjadi pelabuhan hub terbesar di Asia Tenggara. Sebagai gerbang utama kargo internasional, Tanjung Priok akan mengkonsolidasi arus barang ekspor impor dari dan ke Indonesia.

    Pihaknya juga menginisiasi jaringan kepelabuhanan terintegrasi yang disebut Trilogi Maritim. Perusahaan yakin ini menjadi solusi penurunan biaya logistik melalui tiga pilar, yakni standarisasi pelabuhan, aliansi pelayaran dan pengembangan industri yang terkoneksi dengan pelabuhan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.