Lebaran 2019, Pelni Prediksi Penumpang Kapal Naik 35 Persen

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik memadati ruang tunggu untuk memasuki kapal ro-ro di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, Rabu, 20 Juni 2018. ANTARA/Ardiansyah

    Pemudik memadati ruang tunggu untuk memasuki kapal ro-ro di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, Rabu, 20 Juni 2018. ANTARA/Ardiansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni memprediksi jumlah penumpang kapal Pelni selama masa mudik Lebaran meningkat 35 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Tahun ini, Pelni memperkirakan penumpangnya mencapai 625.599 orang.

    Baca jugaPelni Sediakan Fasilitas Rapat hingga Pesta Pernikahan di Kapal

    "Adapun realisasi tahun 2018 ialah 604.202 orang," ujar Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro dalam keterangan tertulis pada Kamis, 9 Mei 2019.

    Khusus periode mudik hingga arus balik 2019, Pelni telah menyiapkan 26 kapal trayek yang akan singgah di 83 pelabuhan. Trayek itu melayani 1.239 ruas dengan total kapasitas angkut mencapai 33.608 kursi per hari.

    Selain kapal reguler, Pelni melayani 46 kapal trayek perintis dan akan berhenti di 305 pelabuhan. Trayek ini melayani 4.620 ruas dengan kapasitas 13.961 kursi per hari.

    Yahya mengatakan rute kapal Pelni untuk angkutan Lebaran ini terbagi atas tiga wilayah. Di antaranya wilayah barat, wilayah tengah, dan wilayah timur.
    Wilayah Barat menyediakan ruas Batam-Belawan, Sampit-Semarang, Sampit-Surabaya, Kumai-Semarang, Kumai-Surabaya, Batam-Tanjung Priok.

    Pelni menyiapkan enam kapal di wilayah barat. Di antaranya KM Kelud, KM Dorolonda, KM Kelimutu, KM Binaiya, KM Leuser, KM Egon, dan KM Lawit. "Untuk wilayah barat, PELNI mengoperasikan enam frekuensi reguler, 21 frekuensi tambahan, totalnya menjadi 27 frekuansi pemberangkatan," ucapnya.

    Sedangkan wilayah tengah terdiri atas ruas Balikpapan-Surabaya, Makasar-Bima, Tarakan-Parepare, Nunukan-Parepare, Makasar-Labuan Bajo, Baubau-Makasar, Kupang-Lewoleba, Balikpapan-Makasar, Bontang-Awarange, Kupang-Makasar, Makasar-Maumere dan Ambon-Baubau. Untuk ruas ini, PELNI mengoperasikan 32 frekuensi reguler dan 15 frekuensi tambahan.

    Sementara itu wilayah timur terdiri atas ruas Ambon-Bandaneira, Manokwari-Sorong, Jayapura-Biak, Sorong-Manokwari, Manokwari-Biak, Ambon-Tual, dan Biak-Makowari. "PELNI mengoperasikan 23 frekuensi reguler, 8 frekuensi tambahan, totalnya menjadi 31 frekuensi keberangkatan," ucapnya.

    Yahya mengatakan Pelni akan meningkatkan pelayanan untuk Lebaran 2019. Di antaranya memberlakukan sistem kontrol Departure Control System (DCS) dan pelayanan di atas kapal. “Kami mengatur penumpang sejak pemesanan tiket dari yang rumit dibikin sederhana, mudah, cara pesan, cara bayar, dan pemeriksaan dengan DCS," ucap Yahya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.