2019, Garuda Indonesia Group Targetkan 30 Pesawat Terpasang Wifi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barisan kursi penumpang yang terdapat di pesawat Boeing B777-300ER di Hanggar 2 Garuda, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten (31/7). Pesawat tersebut memiliki fasilitas in flight Connectivity yang memungkinkan penumpang mengakses koneksi internet melalui wifi. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Barisan kursi penumpang yang terdapat di pesawat Boeing B777-300ER di Hanggar 2 Garuda, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten (31/7). Pesawat tersebut memiliki fasilitas in flight Connectivity yang memungkinkan penumpang mengakses koneksi internet melalui wifi. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Tangerang - Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.  menargetkan tahun 2019 ini ada 30 armada pesawat milik perusahaan plat merah itu terpasang wifi onboard. 

    Baca: Tiket Pesawat Mahal, Garuda Yakin Tak Terpengaruh

    Direktur Teknik dan Layanan Garuda Indonesia Iwan Joeniarto mengatakan secara bertahap seluruh armada maskapai Garuda group akan dilengkapi wifi gratis untuk penumpang tersebut. "Tahun ini 15 Citilink, 5 AA30 Garuda Indonesia dan 10 pesawat 737 Garuda Indonesia terpasang wifi," ujarnya, Rabu 8 Mei 2019.

    Saat ini, kata Iwan, satu unit pesawat Citilink sudah terpasang fasilitas wifi. Penumpang akan terkoneksi layanan internet gratis setelah berada di ketinggian di atas 10 ribu kaki.

    Menurut Iwan, wifi gratis adalah bagian pelayanan dari Garuda Indonesia dalam memanjakan penumpang. "Terutama penerbangan jarak jauh, 1-2 jam perjalanan akan boring, kita ingin meningkatkan new experience bagi pelanggan kita."

    Meski wifi on board bukan hal baru di dunia, namun Garuda Indonesia ingin menjadi pelopor airlines yang diminati masyarakat berupa inovasi baru. "Bahwa kita digital airlines yang kita ingin tampilkan adalah Garuda punya WiFi on board," kata Iwan.

    Pemasangan fasilitas wifi on board di armada pesawat Garuda group akan dilakukan sepenuhnya oleh PT Mahata Aero Teknologi, startup yang di gandeng Garuda Indonesia. Konsep kerja sama yang berbeda dengan yang dilakukan Garuda sebelumnya, menurut Iwan, tanpa investasi, tanpa biaya dan revenue sharing sangat menguntungkan Garuda dan menghemat biaya.

    Baca: Tiket Pesawat Mahal, Rini Soemarno: Itu Kebijakan Korporasi

    Lebih jauh Iwan mengatakan perjanjian kerja sama antara Garuda Indonesia dan Mahata merupakan pertimbangan perseroan untuk melakukan bisnis ke depan. "Bisnis Airlines, tidak bisa mengandalkan core bussines. Harus mencari terobosan karena margin kecil," kata Iwan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.