Jokowi: Visi 2045, RI Jadi Negara dengan Ekonomi Terkuat di Dunia

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat wawancara khusus dengan tim Tempo Media Grup di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat 26 April 2019. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo saat wawancara khusus dengan tim Tempo Media Grup di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat 26 April 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meluncurkan visi Indonesia 2045 dalam acara Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Nasional 2019 di Hotel ShangriLa Jakarta, Kamis, 9 Mei 2019. Jokowi mengatakan visi Indonesia pada 2045 adalah masuk dalam empat atau lima besar negara dengan ekonomi terkuat di dunia.

    Baca juga: Jokowi Tinjau Alternatif Ibu Kota Baru di Gunung Mas Kalteng

    "Kita memiliki peluang besar menjadi negara ekonomi terkuat. Bisa masuk lima besar ekonomi terkuat di dunia, dan masuk empat besar terkuat di dunia pada 2045," kata Jokowi dalam sambutannya.

    Jokowi mengatakan, meski peluangnya besar, banyak tantangan yang harus dihadapi dan tidak mudah. Ada banyak persoalan besar yang harus dituntaskan terlebih dulu untuk menjadi negara dengan ekonomi terkuat di dunia. Sebab, kata Jokowi, banyak negara yang akhirnya terjebak pada middle income trap karena tidak bisa menyelesaikan persoalan besar di negaranya.

    "Jangan dipikir kita biasa-biasa saja tahu-tahu masuk empat besar ekonomi terkuat di dunia. Enggak ada seperti itu. Rumus seperti itu enggak ada," ujar Jokowi.

    Menurut Jokowi, untuk mencapai visi Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terkuat di dunia, sebaiknya tidak terjebak pada rutinitas kerja sehari-hari. "Kalau kita mau, betulb-betul niat untuk 2045, 4-5 besar ekonomi dunia ya jadi. Tapi kalau terjebak pada rutinitas, tidak berani berubah, jangan bermimpi kita masuk 4-5 besarr negara maju ekonomi terkuat dunia."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.