Pilpres Usai, Investor Asing Siap Ramaikan Lagi Bisnis Properti

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja sedang membersihkan logo bank BCA di Jl. Jend Sudirman, Jakarta, Jum'at (26/12). BI menilai industri perbankan tidak perlu mengerem penyaluran kredit di sektor properti pada 2009 meskipun pertumbuhan ekonomi tidak terlalu besar. TEMPO/Wahyu S

    Pekerja sedang membersihkan logo bank BCA di Jl. Jend Sudirman, Jakarta, Jum'at (26/12). BI menilai industri perbankan tidak perlu mengerem penyaluran kredit di sektor properti pada 2009 meskipun pertumbuhan ekonomi tidak terlalu besar. TEMPO/Wahyu S

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah investor asing ternyata masih tertarik menggarap bisnis properti di Indonesia. Namun, mereka baru akan bergerak aktif lagi setelah pemilihan presiden (pilpres) tuntas secara keseluruhan.

    Baca: Bisnis Properti Diprediksi Tumbuh Tak Lebih dari 5 Persen

    Vice President Coldwell Banker Dani Indra Bhatara mengatakan, tahun ini investasi asing di sektor properti masih tetap tinggi. “Kami melihat beberapa pengembang asing mulai masuk ke Indonesia dan saat ini bersiap untuk kerja sama dengan pengembang lokal untuk mengembangkan properti di berbagai lokasi,” seperti dilansir Bisnis.com Kamis, 9 Mei 2019.

    Selain itu, Dani menambahkan bahwa saat ini juga mulai banyak pengembang asing yang baru masuk. Sebagian besar pengembang itu berasal dari Asia seperti Jepang, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, dan China. “Sesudah pemilu mulai bergerak lagi, biasanya sentimennya bergerak positif,” ujar dia.

    Hal yang menarik, kata Dani, saat ini pendanaan proyek properti juga masih terbuka. Pengembang lokal banyak yang bisa memanfaatkan kerja sama dengan investor asing untuk sumber dana alternatif.

    Pihak asing masih melihat Indonesia sebagai tujuan yang menarik karena tingginya potensi pembeli dan imbal hasil investasi yang baik. Menurut Dani, imbal hasil sektor properti di Indonesia lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara di Asia lainnya.

    Baca: Menteri Rini Minta BTN Tambah Aset, Tutup 11 Juta Backlog Rumah

    Namun, investor asing juga masih harus menghadapi sejumlah kendala, di antaranya nilai tukar rupiah yang belum stabil dan aturan yang sering kali berubah. Selain itu, pencarian lahan yang sesuai dengan rencana pengembangan dan mencari partner yang cocok agar saling menguntungkan juga dinilai masih sulit.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perolehan Kursi DPR Pemilu 2019, Golkar dan Gerinda di Bawah PDIP

    Meski rekapitulasi perolehan suara Golkar di Pileg DPR 2019 di urutan ketiga setelah PDIP dan Gerindra, namun perolehan kursi Golkar di atas Gerindra.