Kebobolan Rp 50 Juta, Nasabah Citibank Lapor ke Polda Metro Jaya

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Beawiharta

    REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Nasabah Citibank, Natalia Santi, yang menjadi korban penipuan Rp 50 juta via telepon oleh pria tak dikenal, berencana melaporkan kasusnya ke Polda Metro Jaya hari ini, Kamis, 9 Mei 2019. Eks jurnalis Tempo itu bermaksud menyambangi kepolisian setelah mengumpulkan barang bukti berupa rekening koran.

    Baca: OJK: Literasi Keuangan Perempuan Lebih Rendah ...

    "Saya sebelumnya telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jatinegara (pada Rabu, 8 Mei 2019). Dari polisi di sana, saya disarankan untuk ke Polda Metro Jaya," ujar Natalia dalam pesan pendek kepada Tempo, Rabu petang, 8 Mei 2019.

    Kejadian yang menimpa Natalia bermula saat ia menerima telepon dari pria tak dikenal pada pukul 13.00 WIB kemarin. Natalia berujar, ia ditelepon seseorang yang mengaku dari Telkomsel. Pria itu menyebut, poin Telkomsel Natalia dapat ditukar dengan bebas tagihan selama tiga bulan. Poin itu berjumlah 3.200.

    Adapun salah satu syarat menukarkan Telkomsel poin adalah memverifikasi nomor kartu kredit. Menurut dia, pria itu secara meyakinkan memintanya menyebutkan nomor rekening dan one time password (OTP) untuk menghindari dobel debet.

    Natalia lantas mengaku sadar dirinya tertipu setelah menemukan sejumlah notifikasi melalui pesan pendek. Ia kemudian mengecek transaksi itu melalui call center Citibank dan mendapati ada pembobolan sejumlah uang dengan total sebanyak Rp 50 juta. Adapun transaksi tak dikenal itu berupa transfer dari Ready Credit sebesar Rp 25 juta ke nomor rekening atas nama pelaku.

    Baca: Citibank Naikkan Bunga Deposito Jadi 6,9 Persen

    Selain itu, terdapat sepuluh kali transaksi Blibli.com masing-masing sebesar Rp 1 juta dan Elevania sebanyak delapan kali masing-masing Rp 995.300. Natalia menduga transaksi dilakukan secara gampang lantaran pelaku mengubah nomor teleponnya yang terdaftar di dengan nomor pelaku. Karena itu, pelaku secara gampang dapat memverifikasi transaksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.