Soal Reshuffle, Luhut Pandjaitan: Saya Enggak Ngerti Nasib Saya

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seusai menggelar rapat bersama Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu petang, 13 Maret 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seusai menggelar rapat bersama Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu petang, 13 Maret 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan tak berkomentar banyak mengenai isu rencana reshuffle di tubuh Kabinet Kerja belakangan ini. Ia menyerahkan pergantian personel kabinet itu kepada Presiden Joko Widodo. 

    Baca juga: Tanggapi #PecatBudiKarya, Luhut Pandjaitan: Budi Karya Itu Paten

    "Reshuffle tanya saja ke presiden, aku kan pembantunya presiden, saya saja enggak ngerti nasib saya bagaimana apa mau pensiun atau bagaimana." ujar Luhut di kantornya, Rabu, 8 Mei 2019. 

    Sebelumnya, Juru Bicara Presiden Johan Budi Sapta Pribowo mengatakan reshuffle di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo bisa jadi dilaksanakan usai hari raya Idul Fitri 2019. Ia menegaskan sepanjang bulan Ramadan ini tak akan ada reshuffle.

    "Sampai lebaran ini tak ada informasi itu (reshuffle). Tapi kalau setelah lebaran kemungkinan bisa saja," kata Johan Budi, saat dikonfirmasi Tempo, hari ini.

    Johan mengatakan selama ini, Jokowi hanya akan melaksanakan reshuffle dengan dua alasan. Pertama, melihat kinerja si menteri dan, kedua, adanya kasus hukum yang melibatkan menteri. "(menteri terkait) Berstatus sebagai tersangka," kata dia.

    Sejak menjabat sebagai presiden, Jokowi telah melakukan tiga perombakan kabinet. Yang terakhir pada Agustus 2018, saat Jokowi melantik Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Menteri Sosial menggantikan Idrus Marham. Pergantian dilakukan karena Idrus menjadi tersangka kasus korupsi PLTU Riau.

    Johan menegaskan, reshuffle bisa tetap dilakukan meski sisa waktu pemerintahan Jokowi hanya tinggal lima bulan. Status hukum menteri terkait dan kinerjanya, tetap menjadi alasan utama. "Presiden kalau mau ganti menteri, tidak melihat apakah pemerintahan periode pertama ini tinggal setahun atau sebulan. Tidak melihat itu," kata Johan.

    Baca berita Luhut Pandjaitan lainnya di Tempo.co

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.