Pesan Mentan ke Anies Baswedan Soal DKI Ingin Impor Bawang Putih

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melakukan tanya jawab dengan wartawan saat sidak harga pangan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa, 7 Mei 2019. Bawang putih naik drastis dibandingkan sebelum bulan puasa, yakni Rp 20 sampai 30 ribu per kilogram. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melakukan tanya jawab dengan wartawan saat sidak harga pangan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa, 7 Mei 2019. Bawang putih naik drastis dibandingkan sebelum bulan puasa, yakni Rp 20 sampai 30 ribu per kilogram. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah meneleponnya untuk membicarakan rencana impor bawang putih oleh PT Food Station Tjipinang Jaya. Ia pun mengatakan banyak hal yang diperbincangkan saat itu.

    Baca: DKI Siap Impor Bawang Putih Atasi Lonjakan Harga

    "Banyak yang aku katakan, kami mengikuti prosedur. Tetapi kalau BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) kami mengharapkan dia ikut berkontribusi," kata Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu, 8 Mei 2019. Ia mengatakan salah satu hal yang mesti dipenuhi adalah mengenai wajib tanam 5 persen. 

    Di samping itu, ia berujar bahwa para importir bawang putih mesti sesuai persyaratan dan tidak boleh mempermainkan harga. Pasalnya, ia sudah menyiapkan sanksi untuk importir yang kedapatan mempermainkan harga. "Tidak ada embel-embel, jangan ada main-main. Karena kalau main-main, aku blacklist."

    Belakangan, impor bawang putih menjadi isu hangat. Pasalnya, harga komoditas bumbu dapur itu sempat melonjak. Di DKI Jakarta saja, harganya sempat menembus Rp 80 ribu per kilogram. 

    Untuk mengatasi melambungnya harga bawang putih, Amran lantas mulai menggelontorkan stok komoditas tersebut dari para importir melalui operasi pasar sejak Ahad, 5 Mei 2019. Ia mengklaim harga itu sudah ditekan hingga menjadi Rp 34 ribu per kilogram di Pasar Induk Kramat Jati.

    "Alhamdulillah harga bawang putih juga sudah turun sejak beberapa hari lalu. Kemudian kami sudah menyiapkan stok sebanyak 115 ribu ton dari kebutuhan selama bulan suci yang hanya 50 ribu ton," katanya. Amran optimistis langkah itu efektif untuk memaksa harga turun. "Pasti turun."

    Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, Darjamuni mengatakan pihaknya menggantungkan ketersediaan stok bawang putih pada impor dari Cina. Hal tersebut demi menstabilkan harga bawang putih di pasaran.

    Sementara itu, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi mengatakan bawang putih yang pihaknya akan impor berasal dari kota Laiwu dan Hainan di Cina. Pemprov DKI telah bekerja sama dengan 8 importir untuk mendatangkan bawang putih dari sana, yang jumlahnya 10 sampai 11 kontainer atau 319 ton per minggu.

    Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta Sri Haryati sebelumnya menyampaikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunggu rekomendasi dari Kementerian Pertanian untuk melakukan impor bawang putih. "Food Station sudah punya lisensi untuk impor bawang putih, tapi saat ini rekomendasi dari Kementerian Pertanian belum diterbitkan," ujarnya, Senin 6 Mei 2019.

    Sambil menunggu rekomendasi tersebut, Sri mengatakan Pemprov DKI telah menugaskan badan usahanya, PT Food Station Tjipinang Jaya, untuk berkoordinasi dengan para importir yang telah mengantongi izin dari Kementerian Perdagangan. Koordinasi itu untuk mengamankan stok bawang putih.

    M JULNIS FIRMANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perolehan Kursi DPR Pemilu 2019, Golkar dan Gerinda di Bawah PDIP

    Meski rekapitulasi perolehan suara Golkar di Pileg DPR 2019 di urutan ketiga setelah PDIP dan Gerindra, namun perolehan kursi Golkar di atas Gerindra.