Di DhawaFest, Sri Mulyani Ajak Tak Gunakan Kantong dan Sedotan Plastik

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menggelar dialog dengan para 'Kartini

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menggelar dialog dengan para 'Kartini" atau pegawai perempuan di Kementerian Keuangan dalam rangka memperingati Hari Kartini. Sejumlah foto terkait diunggah di laman instagram resminya @smindrawati, Ahad, 21 April 2019. instagram.com/smindrawati

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajak masyarakat dan juga warga di lingkungan Kementerian Keuangan untuk peduli dan peka terhadap lingkungan. Salah satunya, kata Sri Mulyani, dengan cara mengurangi atau tidak menggunakan barang-barang yang terbuat dari bahan plastik.

    BACA: Demi Pertumbuhan Ekonomi, Sri Mulyani Ajak Warga Belanja di UMKM

    "Kantong plastik, sedotan plastik itu tidak lagi digunakan sebiasa mungkin. Ini gaya hidup sirkular sangat peka dan sadar seberapa banyak jejak carbon, dalam mengurangi emisi karbon ini," kata Sri Mulyani di Gedung Dhanapala, Jakarta Pusat, Rabu 8 Mei 2019.

    Adapun pernyataan Sri Mulyani itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam acara DhawaFest Pesona 2019 di Gedung Dhanapala, kompleks Kementerian Keuangan. DhawaFest Pesona 2019 merupakan acara tahunan yang digelar oleh Dharma Wanita Persatuan Kementerian Keuangan.

    BACA: Sri Mulyani Yakin Ekonomi Tumbuh di Semester II Didorong 2 Faktor

    Sri Mulyani mencontohkan, pengurangan penggunaan kantong plastik bisa dimulai bagi rumah tangga ketika melakukan belanja. Salah satunya dengan cara menggunakan kantong kain yang bisa digunakan berkali-kali untuk membawa barang-barang belanjaan.

    Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani juga meminta warga di Kementerian Keuangan untuk mengurangi penggunaan plastik salah satunya dengan tidak menggunakan minuman dengan botol plastik sekali pakai. Menurut dia, sikap untuk tidak menggunakan botol plastik sekali pakai itu sudah mulai diberlakukan di salah satu Kafetaria di lingkungan Kementerian.

    "Saya minta di dalam kantor Kementerian tidak ada lagi minuman botol plastik, di semua unit eselon I. Kalau masih ada ditemukan tolong dilaporkan ibu-ibu ke saya," kata Sri Mulyani.

    Mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini menjelaskan sikap untuk mengurangi bahkan tidak lagi menggunakan barang dari plastik merupakan simbol kepedulian terhadap kondisi laut saat ini. Menurut dia, saat ini kondisi laut yang menjadi area terkotor kedua di dunia. Tak hanya laut, saat ini polutan plastik pun telah mencemari sungai.

    "Karena itu, saya harap dalam acara ini tidak ada kantong plastik, kalau ada tolong dirazia. Ini adalah hal kecil tapi simbol besar, kalau konsisten bisa ubah gaya hidup, terutama bertanggung jawab untuk edukasi bagi anak-anak," kata Sri Mulyani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.