Tiket Pesawat Kini Mahal, JK: Selama Ini Terlalu Murah

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi tiket pesawat (pixabay.com)

    ilustrasi tiket pesawat (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menanggapi harga tiket pesawat yang akhir-akhir ini dinilai terlalu mahal, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta masyarakat memilih moda transportasi alternatif. "Selama ini memang tiket pesawat sangat murah dibanding seharusnya," kata JK di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa, 7 Mei 2019. 

    Baca juga: Rini Soemarno dan Budi Karya Hadiri Rapat Soal Tiket Pesawat

    Menurut Jusuf Kalla,  dalam waktu 20 tahun terakhir kurang lebih sudah 10 perusahaan penerbangan di Indonesia yang tumbang. Semua diduga tidak kuat bertahan akibat perang tarif harga tiket pesawat murah.

    Wapres JK menjelaskan, sebagian besar pembiayaan dalam bisnis penerbangan menggunakan komponen mata  uang dolar. Tercatat sekitar 70 persen biaya menggunakan mata uang Amerika Serikat itu. Padahal, pendapatan berasal dalam mata uang rupiah.

    "Tahun 70-an saya ke Makassar harga tiket Rp1,5 juta waktu (satu) dolar (Amerika Serikat) Rp 2.500. Sekarang dolar sekitar enam kali lipat, harga tiket masih sekitar Rp1,5 juta juga," JK mengenang.

    Akibat persaingan yang ketat ini, JK menambahkan, hanya dua maskapai sejauh ini yang berhasil bertahan yakni grup Garuda Indonesia dan Grup Lion. "Jadi justru sebenarnya tarif terlalu murah sehingga mereka susah," kata JK.

    Menurut Wapres, industri penerbangan pasti sangat ingin harga tiket tidak naik. Sebab kenaikan harga akan menekan kemampuan penumpang membeli tiket pesawat dan beralih ke angkutan alternatif baik mobil pribadi, kereta api hingga kapal laut.

    "Kalau naik lagi penumpang turun, tapi kalau (jumlah penumpang) terlalu rendah, bisa mati juga," kata JK.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro Kontra Kemendikbud Menerapkan Zonasi Sekolah pada PPDB 2019

    Zonasi sekolah di PPDB yang diterapkan Kemendikbud memicu pro dan kontra. Banyak orang tua menganggap sistem ini tak adil dan merugikan calon siswa