Ganjil - Genap Mudik Lebaran di Tol Trans Jawa Sulit Diterapkan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susasana jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono pada KM 603-604 yang terendam banjir di Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis, 7 Maret 2019. Selain meninjau kembali pembangunan drainase, Kementerian PUPR segera menyiapkan langkah taktis untuk meminimalisasi banjir bila sewaktu-waktu air sungai kembali meluap. ANTARA FOTO/Siswowidodo/hp.

    Susasana jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono pada KM 603-604 yang terendam banjir di Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis, 7 Maret 2019. Selain meninjau kembali pembangunan drainase, Kementerian PUPR segera menyiapkan langkah taktis untuk meminimalisasi banjir bila sewaktu-waktu air sungai kembali meluap. ANTARA FOTO/Siswowidodo/hp.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Sub Bidang Operasional dan Pemeliharaan II Badan Pengatur jalan Tol Joko Santoso menuturkan ada banyak kendala untuk menerapkan sistem ganjil-genap di Tol Trans Jawa selama masa arus mudik dan balik Lebaran 2019.

    BACA: Mudik Lebaran, Menhub Kaji Aturan Ganjil- Genap di Tol Trans Jawa

    "Berdasarkan rapat pimpinan di Kementerian Perhubungan, wacana ganjil-genap dihold dulu, karena ada banyak sekali kendala," ujar Joko di Hotel Ibis Cawang, Jakarta, Selasa, 7 Mei 2019.

    Kendala utama dalam penerapan sistem ganjil-genap itu, ujar Joko, terutama dalam hal pengawasan yang mesti intensif. Padahal, petugas kepolisian di lapangan jumlahnya terbatas. Sehingga, mereka lebih difokuskan untuk mengatur lalu lintas di jalan tol.

    Karena itu, Joko mengatakan pemerintah cenderung akan menerapkan skema satu arah selama masa arus mudik dan arus balik lebaran. kebijakan itu akan dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2019 hingga 2 Juni 2019 pada masa mudik dan tanggal 7 hingga 9 Juni 2019 untuk arus balik.

    "Untuk teknis pelaksanaan one way system saat masa mudik diberlakukan untuk pengguna jalan tol dari Jakarta ke arah Semarang, mulai dari kilometer 29 hingga kilometer 262, atau daerah Brebes Barat," ujar Joko. Adapun pada masa arus balik pemberlakuan satu arah dilakukan dari kilometer 188 gerbang tol Palimanan sampai ke kilometer 29, yaitu gerbang tol Cikarang Utama.

    Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan konsep ganjil-genap sebelumnya disiapkan tidak lain tujuannya adalah agar mudik yang dijalani oleh masyarakat bisa nyaman dan lancar. Sebab, diyakini, jalan tol Trans Jawa yang sudah menyambungkan Jakarta dan Surabaya akan menarik minat masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi. Karena itu, perlu dilakukan manajemen lalu lintas agar tidak ada kepadatan.

    Saat ini, kata Budi, memang sudah ada kebijakan seperti pemindahan gerbang tol Cikarang Utama. Namun, untu merespons ekspektasi masyarakat yang tinggi untuk mencoba jalan tol, perlu diambil langkah-langkah lain seperti penerapan ganjil-genap.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.