Jokowi Sambangi Bukit Soeharto, Lokasi Calon Pemindahan Ibu Kota

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berbincang di sela berbuka puasa bersama di Istana Negara, Jakarta, Senin, 6 Mei 2019. Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menggelar acara buka puasa bersama dengan para pimpinan lembaga negara. TEMPO/Subekti

    Ekspresi Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berbincang di sela berbuka puasa bersama di Istana Negara, Jakarta, Senin, 6 Mei 2019. Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menggelar acara buka puasa bersama dengan para pimpinan lembaga negara. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau kawasan Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang diusulkan sebagai calon lokasi pemindahan Ibu Kota NKRI.

    Baca: Fahri Hamzah Usul Ibu Kota Dipindah ke Kepulauan Seribu

    "Sebagai negara besar kami ingin punya pusat pemerintahan yang terpisah dari pusat ekonomi, bisnis dan jasa perdagangan," kata Jokowi saat meninjau Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kartenegara, Kalimantan Timur, Selasa, 7 Mei 2019.

    Di kawasan Bukit Soeharto itu juga melintas Tol Samarinda-Balikpapan yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian dan pada akhir 2019 diharapkan sudah selesai. "Tinggal 14 persen lagi sehingga akhir 2019 diharapkan sudah selesai," ujarnya.

    Jokowi juga menyebutkan baik Balikpapan maupun Samarinda sudah memiliki bandara sehingga dari sisi infrastruktur akan memudahkan mobilitas orang maupun barang.

    Dalam peninjauan itu Jokowi didampingi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil dan Seskab Pramono Anung.

    Hadir pula Wagub Kaltim Hadi Mulyadi dan Bupati Kutai Kartanegara Edy Dharmasyah. Sebelumnya Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor merespons wacana pemindahan ibu kota yang dilontarkan Presiden Jokowi.

    Isran berharap taman hutan raya (Tahura) di Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi pengganti Jakarta sebagai ibu kota. Menurut dia, lahan Bukit Soeharto masih cukup luas dan merupakan milik negara. Selain itu, sudah ada fasilitas transportasi yang memadai menuju lokasi itu, di antaranya, tol dan bandara.

    Dengan demikian, menurut Isran, biaya mendirikan ibu kota negara semakin murah. "Saya mengusulkannya di Bukit Soeharto karena itu hutan milik negara dan jumlah penduduknya sedikit. Ketinggiannya jauh (dari bencana banjir)," ujar Isran pada Selasa, 30 April 2019.

    Isran menilai lahan Bukit Soeharto sangat luas dibandingkan lahan Panajam Paser Utara (PPU) yang pernah diusulkan oleh mantan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Menurut Isran, nantinya ada tim teknis dari kepresidenan yang melakukan analisis dan penelitian ke lapangan untuk menentukan lokasi ibu kota.

    Salah satu hal paling penting ialah mencari tahu kapasitas sumber areal untuk pendirian pusat pemerintahan. Berdasarkan data yang dihimpun Prokal, Bukit Soeharto memiliki luas 61.850 hektare berada di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Panajam Paser Utara. Untuk menuju kawasan itu hanya membutuhkan waktu 45 menit dari Balikpapan dan 1,5 jam dari Samarinda.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.