Istana Klaim Momentum Pertumbuhan Ekonomi Terjaga

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri), Seskab Pramono Anung (kiri), Gubernur Lampung Ridho Ficardo (ketiga kiri) dan Anggota DPR Aziz Syamsuddin (kanan) meninjau perkembangan pembangunan Tol Bakauheni-Palembang di Lampung, Jumat 23 November 2018. Ruas tol Bakauheni-Palembang ini diharapkan mendorong daya saing, pertumbuhan titik-titik ekonomi yang terintegrasikan dengan kawasan industri. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri), Seskab Pramono Anung (kiri), Gubernur Lampung Ridho Ficardo (ketiga kiri) dan Anggota DPR Aziz Syamsuddin (kanan) meninjau perkembangan pembangunan Tol Bakauheni-Palembang di Lampung, Jumat 23 November 2018. Ruas tol Bakauheni-Palembang ini diharapkan mendorong daya saing, pertumbuhan titik-titik ekonomi yang terintegrasikan dengan kawasan industri. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Selanjutnya, kata dia, dilihat dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi sebesar 2,75 persen (yoy), diikuti PMTB sebesar 1,65 persen (yoy) dan net ekspor sebesar 1,16 persen (yoy). "Membaiknya konsumsi rumah tangga tidak lepas dari terkendalinya tingkat inflasi sehingga daya beli terjaga," kata Erani.

    Erani menuturkan, kinerja positif pertumbuhan ekonomi diiringi dengan kualitas pertumbuhan yang membaik. Capaian itu, menurut dia, dilihat dari turunnya tingkat pengangguran menjadi sebesar 5,01 persen pada Februari 2019. Pekerja sektor formal semakin meningkat dari 53,09 juta orang (41,78 persen) pada Februari 2018 menjadi 55,28 juta orang (42,73 persen) pada Februari 2019. "Kondisi itu menunjukkan lapangan pekerjaan sejatinya terus bertambah dan semakin berkualitas," ujar dia.

    Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,07 persen pada kuartal I/2019 (masih sesuai dengan perkiraan pemerintah.

    BACA: ADB, Indonesia dan Timor Leste Sepakat Dorong Perdagangan

    Menurut Sri Mulyani, Kementerian Keuangan atau Kemenkeu sudah membuat analisa bahwa pertumbuhan ekonomi tiga bulan pertama pada 2019 di kisaran 5,05 persen—5,07 persen. “Jadi hasilnya tidak berbeda dengan apa yang kita proyeksikan, masih sesuai yang kita proyeksikan untuk yang kuartal pertama ini,” katanya di Istana Negara, Senin, 6 Mei 2019.

    AHMAD FAIZ | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.