Jawa Tengah Jadi Destinasi Mudik Lebaran Terfavorit

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik dengan sepeda motor melintasi Jalan Raya Klari, Karawang, Jawa Barat, Sabtu, 23 Juni 2018. Kementerian Perhubungan memproyeksikan puncak arus balik Lebaran 2018 gelombang kedua akan terjadi pada 23-24 Juni. ANTARA

    Pemudik dengan sepeda motor melintasi Jalan Raya Klari, Karawang, Jawa Barat, Sabtu, 23 Juni 2018. Kementerian Perhubungan memproyeksikan puncak arus balik Lebaran 2018 gelombang kedua akan terjadi pada 23-24 Juni. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -  Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan memprediksi, Jawa Tengah bakal menjadi tujuan mudik dengan jumlah pemudik terbanyak pada masa Lebaran 2019. Dari total jumlah pemudik yang diperkirakan mencapai 14,9 juta orang, sebanyak 37,6 persen atau 5,6 juta di antaranya bakal menuju Jawa Tengah.

    BACA: Tambah Penerbangan Lebaran, Maskapai Dapat Cash Back dari AP II

    Survei itu dirilis oleh Blitbang Kementerian Perhubungan pada awal April lalu sebagai acuan untuk mengetahui persepsi dan opini pemudik pada musim Lebaran 2019. Adapun dari total 5,6 juta pemudik itu, mayoritas akan bergerak menuju Surakarta.

    Tim Balitbang menjabarkan, pemudik dengan tujuan Surakarta mencapai 4,31 persen atau setara dengan 642 ribu orang. Sedangkan pemudik lainnya menuju Semarang, yakni sebanyak 3,78 persen atau 563.881 orang, dan Tegal 2,38 persen atau 354.110 orang.

    Pada masa mudik kali ini, tim Balitbang juga memaparkan bahwa kemungkinan, mayoritas masyarakat memilih menggunakan moda bus dan angkutan pribadi lewat Tol Trans Jawa. Penumpang bus diperkirakan paling tinggi, yakni 30 persen atau sebanyak 4.459.690 orang. Sedangkan pengguna mobil pribadi sebanyak 4.300.346 orang atau 28,9 persen.

    Penumpang kereta api diprediksi berjumlah 2.488.058 orang dan penumpang pesawat hanya 9,5 persen atau sebanyak 1.411.051 orang. Adapun, 6,3 persen atau 942.621 orang akan menggunakan sepeda motor. Sedangkan sisanya bakal memilih moda transportasi lainnya.

    Dari prediksi tren pemudik 2019, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi memprediksi, pergerakan penumpang paling tinggi akan terjadi di jalan tol dari Jawa Barat menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sekitarnya. Karena itu, pihaknya sedang melakukan pembahasan intens terkait persiapan mudik di jalur tol bersama pemangku kepentingan terkait, seperti kepolisian. “Sedang kami bahas terus pekan ini,” ujar Budi Setiyadi saat dihubungi Tempo kemarin, Senin, 6 Mei 2019.

    Budi mengakui ada dua skenario yang akan diberlakukan, khususnya untuk mengurai kemacetan di sejumlah pintu keluar tol dan rest area. Di antaranya pemberlakuan sistem ganjil-genap dan satu arah.

    BACA: Mudik Lebaran, Menhub Kaji Aturan Ganjil- Genap di Tol Trans Jawa

    Dua skenario ini dititik-beratkan di jalan tol dari Jakarta menuju Cirebon. “Kami akan sosialisasikan ke masyarakat kemungkinan besar kami berlakukan one way. Rencananya antara Jakarta-Cikampek-Cirebon,” ujar Budi Setiyadi.

    Budi mengakui, menilik pengalaman tahun-tahun sebelumnya, titik rawan macet pada masa mudik adalah sepanjang Jakarta menuju Cikampek hingga Cirebon. Adapun tahun ini, Budi memprediksi macet antara Jakarta-Cikampek di ruas Cikarang akan terurai karena pengerjaan jalan elevated dan kereta ringan atau LRT dihentikan sementara. Kolong-kolong jalan di area kedua proyek tersebut juga sedang diaspal agar dapat dilewati saat masa mudik sehingga volume jalan lebih luas.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.