Selama Masa Mudik, Hanya Truk dengan QR Code yang Boleh Masuk Tol

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan konstruksi jalan tol layang Jakarta-Cikampek atau Japek II di Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 27 Juli 2018. Pengerjaan jalan tol ini mencapai 19,7 Km dari panjang 38 Km.  ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pekerja menyelesaikan konstruksi jalan tol layang Jakarta-Cikampek atau Japek II di Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 27 Juli 2018. Pengerjaan jalan tol ini mencapai 19,7 Km dari panjang 38 Km. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan memberlakukan aturan khusus bagi armada truk pengangkut komoditas ekspor dan impor selama masa mudik Lebaran 2019. Direktur Angkutan dan Multimoda Direktorat Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Ahmad Yani mengatakan, sopir truk harus memasang stiker QR Code di badan kendaraannya saat melintasi jalan tol.

    BACA: Mudik Lebaran, Menhub Kaji Aturan Ganjil- Genap di Tol Trans Jawa

    "Untuk mempermudah pengawasan di lapangan, hari ini kami rapat dan menyepakati bahwa diperlukan stiker seperti tahun lalu," ujar Ahmad Yani saat ditemui di kantor Kementerian Perhubungan pada Senin, 6 Mei 2019.

    Pembatasan angkutan barang dan pemberlakuan stiker ini akan efektif selama 3 hari pada masa mudik, yakni 31 Mei hingga 2 Juni. Kebijakan juga diberlakukan 3 hari pada masa arus balik. 

    Pemberlakuan stiker QR Code ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah membatasi laju armada pengangkut barang saat masa mudik. Selain menetapkan aturan pemasangan stiker, Kementerian juga memberlakukan larangan beroperasi bagi angkutan barang bersumbu tiga.

    Stiker QR Code itu akan memindai informasi lengkap kendaraan. Di antaranya meliputi identitas kendaraan nomor kendaraan dan nomor rangka.

    Untuk memperoleh QR Code, asosiasi pemilik armada ekspor dan impor harus mendaftarkan kendaraannya ke Kementerian Perhubungan melalui Organisasi Angkutan Darat atau Organda dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia alias Aptrindo.
    "Jadi mekanismenya nanti kendaraan-kendaraan ekspor-impor akan didaftarkan kepada kami, lalu kami akan berikan stikernya secara gratis," ujar Ahmad Yani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.