Cetak Laba di 2018, Jasa Marga Bagi Dividen Rp 330 Miliar

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengendara memperlambat laju kendaraannya saat memasuki Gerbang Tol Cikarang Utama, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat, 21 Desember 2018. Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik kendaraan jelang libur Natal dan Tahun Baru 2019 yang melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek berlangsung pada Sabtu (22/12/2018), dan ditaksir sekitar 85 ribu kendaraan. ANTARA/Risky Andrianto

    Sejumlah pengendara memperlambat laju kendaraannya saat memasuki Gerbang Tol Cikarang Utama, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat, 21 Desember 2018. Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik kendaraan jelang libur Natal dan Tahun Baru 2019 yang melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek berlangsung pada Sabtu (22/12/2018), dan ditaksir sekitar 85 ribu kendaraan. ANTARA/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memutuskan membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp 330,39  miliar atau sebesar 15 persen dari laba bersih perseroan tahun 2018. Adapun sepanjang tahun lalu, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 2,2 triliun. 

    Baca juga: Mudik Lebaran 2019, Rest Area Tol Cikampek Siapkan Fasilitas Ini

    "Sisanya ditaruh di saldo laba perseroan," ujar Direktur Utama Desi Arryani selepas Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2018 di Hotel Pullman, Jakarta, Senin, 6 Mei 2019. 

    Pada 2018, kata Desi, perseroan mencatat EBITDA mencapai nilai Rp 6,02 triliun atau bertumbuh 9,89 persen ketimbang 2017. Sedangkan margin EBITDA tercatat sebesar 61,56 persen.

    Di periode sama, perseroan membukukan pendapatan di luar konstruksi sebesar Rp 9,87 triliun atau tumbuh 9,67 persen dari tahun 2017, dengan kontribusi dari pendapatan tol sebesar Rp 9,04 triliun dan pendapatan usaha lain Rp 784,12 miliar.

    Desi mengatakan pertumbuhan pendapatan tol sesuai dengan pertumbuhan inflasi dan kontribusi dari pengoperasian jalan tol baru. Beroperasinya jalan tol baru juga menyumbang pertumbuhan aset dari sisi Hak Pengusahaan Jalan Tol sebesar Rp 6,29 triliun atau meningkat sebesar 11,24 persen dari tahun 2017. Dengan demikian, total aset Jasa Marga pada tahun 2018 tercatat Rp 82,42 triliun. 

    Untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan tol dan memperkuat struktur permodalan perseroan, kata Desi, Jasa Marga untuk kali keempat kembali melakukan inovasi dalam bidang pendanaan. Di tahun 2018, Jasa Marga menempuh alternatif produk pendanaan melalui skema Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT). 

    RDPT ini merupakan pendanaan bersifat ekuitas di pasar modal sehingga Perseroan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan yang bersifat hutang. Sehingga, Perseroan dapat menjaga kesehatan finansial Perusahaan di tengah ekspansi yang dilakukan.

    Selain RDPT, sepanjang tahun 2018 Jasa Marga juga menandatangani pejanjian kredit sindikasi dengan total jumlah mencapai Rp 30,03 triliun untuk pembangunan proyek Jalan Tol Kunciran-Serpong, Jakarta-Cikampek II Elevated, Bogor Ring Road, Balikpapan-Samarinda, dan Batang-Semarang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.