Ridwan Kamil Prediksi Mudik Lebaran 2019 Lebih Lancar, Tapi...

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat mengukuhkan Laskar Juara Majukan Desa (Laju Desa) pada acara Penyuluh KB Ngariung (Prung) di Sarana Olah Raga (SOR) Arcamanik, Jalan Arcamanik, Kota Bandung, Sabtu, 4 Mei 2019.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat mengukuhkan Laskar Juara Majukan Desa (Laju Desa) pada acara Penyuluh KB Ngariung (Prung) di Sarana Olah Raga (SOR) Arcamanik, Jalan Arcamanik, Kota Bandung, Sabtu, 4 Mei 2019.

    TEMPO.CO, Bandung -Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, arus mudik Lebaran tahun ini lebih lancar. “Kami menduga bisa lebih lancar karena jalan tol Trans Jawa, di utara, sudah selesai, sehingga distribusinya bisa lebih (mudah),” kata Ridwan Kamil selepas memimpin rapat persiapan mudik Lebaran di Gedung Sate, Bandung, Senin, 6 Mei 2019.

    BACA: Tambah Penerbangan Lebaran, Maskapai Dapat Cash Back dari AP II

    Kendati diperkirakan lebih lancar, ada sejumlah masalah perlu diantisipasi. Diantaranya potensi masalah di zona Bekasi karena pembangunan bersamaan proyek jalan tol elevated di Cikampek, kereta api cepat, hingga LRT. “Tahun ini kita mengantisipasi masalah di zona Bekasi,” kata Ridwan Kamil.

    Ridwan Kamil mengatakan sejumlah pintu tol juga harus diantisipasi. Pemakaian uang elektronik di gerbang tol misalnya belum bisa menekan kemacetan. “Apakah ada cara, tidak usah bayar misalnya selama mudik, bayarnya nanti, mungkin pasca bayar, atau bagaimana setelah kembali, oleh sebuah cara sehingga tidak ada slow-slow antrian yang ada,” kata dia.

    BACA: Mudik Lebaran, Menhub Kaji Aturan Ganjil- Genap di Tol Trans Jawa

    Selanjutnya potensi masalah di jalan tol Cipali. “Cipali ini dari statistik paling banyak kecelakaan, karena jalannya lurus, posisi permukaan bergelombang, sehingga ngantuk, kelamaan, dan sebagainya, ini yang sedang kita antisipasi. Juga analisa rest area tidak mencukupi, ini sedang kita atur bagaimana rest area tambahan atau apa yang membuat kelancaran,” kata Ridwan Kamil.

    Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Hery Antasari mengatakan, kenaikan jumlah arus mudik Lebaran 2019 diperkirakan naik 10 persen dibanding tahun lalu. Dia membenarkan, kemungkinan arus mudik tahun ini lebih lancar. “Secara umum kita mendapat informasi, diprediksi lebih lancar tahun ini dengan adanya jalan tol baru. Isunya bukan lagi kelancaran, tapi keselamatan,” kata dia, Senin, 6 Mei 2019.

    Hery mengatakan, berbeda dengan tahun lalu yang terkonsentrasi mengantisipasi kelancaran arus mudik. “Isunya soal keselamatan, bagaimana keselamatan para pemudik dan pebalik di jalan tol yang panjang, banyak risiko kelelahan, jumlah rest area, menjadi isu-isu yang muncul di angkutan Lebaran sekarang,” kata dia.

    Tol Cipali akan menjadi fokus perhatian di Jawa Barat. Diantaranya kurang jumlah rest area, hingga penanganan masalah kemungkinan kemacetan di gerbang tol. “Apa dimungkinkan misalnya apabila terjadi antrian di pintu tol, maka kalau sudah mencapai 4 kilometer dibebaskan saja, digratiskan, bukan digratiskan sejak awal sehingga semua jadi masuk,” kata Hery.

    Hery mengatakan, sejumlah usulan sudah disiapkan dalam rapat persiapan mudik Lebaran hari ini dengan gubernur untuk disampaikan pada Menteri Perhubungan besok. “Ketika ada antrian 4 kilometer digratiskan, ini menjadi diskresi yang coba kita usulkan dalam rakor dengan Pak Menteri agar menjadi solusi mempercepat kelancaran,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.