Pertumbuhan Ekonomi 5,07 Persen, Sri Mulyani: Sesuai Perkiraan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Majalah tersebut juga mengeluarkan peringkat untuk para Menteri Keuangan lain di Asia Pasifik. Menkeu Sri Mulyani berhasil mengungguli para menteri dari negara Filipina, Singapura, Australia dan sejumlah negara lain di kawasan tersebut.TEMPO/Tony Hartawan

    Majalah tersebut juga mengeluarkan peringkat untuk para Menteri Keuangan lain di Asia Pasifik. Menkeu Sri Mulyani berhasil mengungguli para menteri dari negara Filipina, Singapura, Australia dan sejumlah negara lain di kawasan tersebut.TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,07% pada kuartal I/2019 (year-on-year) masih sesuai dengan perkiraan pemerintah.

    BACA: ADB, Indonesia dan Timor Leste Sepakat Dorong Perdagangan

    Menurutnya, Kementerian Keuangan atau Kemenkeu sudah membuat analisa bahwa pertumbuhan ekonomi tiga bulan pertama pada 2019 di kisaran 5,05%—5,07%. “Jadi hasilnya tidak berbeda dengan apa yang kita proyeksikan, masih sesuai yang kita proyeksikan untuk yang kuartal pertama ini,” katanya di Istana Negara, Senin, 6 Mei 2019.

    Dari sisi konsumsi, dia memperkirakan masih cukup baik yakni di atas 5%. Tak hanya itu, dia juga merujuk dari sisi pemerintahan growth cukup baik karena ada akselerasi terutama belanja sosial.

    BACA: Menpan RB Pastikan THR PNS Diberikan pada 24 Mei 2019

    Angka 5,07% pada kuartal I/2019 diungkapkannya memang masih lebih baik dibandingkan perolehan kuartal I/2018 yakni 5,6%.

    Salah satu penyebab yang dijelaskannya adalah periode tersebut bertepatan dengan pesta demokrasi sehingga berpengaruh dari segi keputusannya. "Kita berharap pada kuartal kedua dan sampai akhir kuartal akan pick up, karena angkanya di sekitar 5%. Mestinya bisa lebih tinggi,” ujarnya.

    Melansir data Badan Pusat Statistik, struktur pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2019 adalah konsumsi rumah tangga 5,01%, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 5,03%, ekspor -2,08%, konsumsi pemerintah 5,21%, konsumsi LNPRT (Lembaga Non Profit Rumah Tangga) 16,93%, dan impor -7,75%.

    Terkait dengan pertumbuhan ekspor yang kurang bergairah, Sri Mulyani menjelaskan pemerintah akan mengawasi pergerakan dari sisi faktor internal (daya saing) dan eksternal. “Dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang melemah, memang kita harus melihat apa yang menjadi penyebabnya, faktor eksternal yaitu ekspor destinasinya atau yang berasal dari dalam negeri, dari daya kompetisi komoditas atau perekonomian kita. Itu yang harus kita eksplore lagi,” kata Sri Mulyani.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.