BPS: Tingkat Pengangguran Terbuka Turun Jadi 5,01 Persen

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daftar target dan realisasi Tingkat Pengangguran Terbuka RPJMN 2015-2019.

    Daftar target dan realisasi Tingkat Pengangguran Terbuka RPJMN 2015-2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik mencatat tingkat pengangguran terbuka atau TPT sebesar 5,01 persen pada kuartal I 2019. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan pada semester I 2019, TPT perkotaan lebih tinggi dibandingkan TPT perdesaan.
     
     
    "TPT perkotaan sebesar 6,30 persen, sedangkan perdesaan sebesar 3,45 persen," kata Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin, 6 Mei 2019.
     
    TPT 5,01 persen itu, kata dia, terendah sejak 2016 yang sebesar 5,50 persen. Suhariyanto mengatakan TPT pada 2016 di perkotaan sebesar 6,53 persen, sedangkan di perdesaan sebesar 4,35 persen.
     
     
    Pada 2017, kata dia, TPT tercatat 5,33 persen. TPT pada 2017 di perkotaan 6,50 persen, sedangkan di perdesaan 4 persen. Pada 2018, menurut Suhariyanto, TPT sebesar 5,13 persen. Pada tahun lalu itu, TPT di perkotaan pada Februari sebesar 6,34 persen, sedangkan di perdesaan sebesar 3,72 persen.
     
    Adapun, kata Suhariyanto, jumlah angkatan kerja Februari 2019 sebesar 136,18 juta orang. Jumlah itu, kata dia, meningkat 2,24 juta orang dibanding Februari 2018. Pada 2018, jumlah tenaga kerja sebesar 133,94 juta orang.
     
    BPS juga mencatat struktur lapangan pekerjaan utama pada Februari 2019 secara year on year didominasi pada tiga sektor. Lapangan pekerjaan di sektor pertanian, yaitu 29,46 persen. Kedua, yaitu sektor perdagangan sebesar 18,92 persen. "Sedangkan posisi ketiga pada sektor industri pengolahan yang sebesar 14,09 persen," kata Suhariyanto.
     
    Baca berita tentang Pengangguran lainnya di Tempo.co.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.